Hindari Kerusakan Organ, Kenali Tanda-tanda Sleep Apnea pada Anak – Ambon Ekspres
Kesehatan

Hindari Kerusakan Organ, Kenali Tanda-tanda Sleep Apnea pada Anak

Meskipun lebih sering dialami oleh orang dewasa, sleep apnea juga bisa menyerang anak. Efeknya bahkan lebih buruk. Gangguan tidur yang mampu melumpuhkan sistem pernapasan ini juga bisa menurunkan performa anak di sekolah, bahkan menghambat pertumbuhan fisik dan psikis.

Sleep apnea pada anak biasanya dipicu oleh pembesaran amandel atau bisa juga disebabkan oleh adenoiditis. Adenoiditis adalah gangguan yang ditandai dengan hidung tersumbat, sekret hidung, dan nyeri tenggorok.

Kondisi ini disebabkan karena peradangan pada adenoid, suatu benjolan jaringan yang terletak pada bagian belakang dari tenggorok dan di atas tonsil. Jika sudah parah, dibutuhkan operasi untuk menanggulanginya.

Dr David Gozal, spesialis kesehatan tidur pada anak yang saat ini aktif di University of Chicago Medical Center, memperingatkan bahwa anak yang tidur mendengkur tidak seharusnya dianggap normal. Kondisi ini dapat menunjukkan adanya peningkatan resistensi saluran napas bagian atas.

Untuk itu, sebelum terlambat, kenali tanda-tanda berikut sebagai diagnosa awal apakah anak Anda mengidap sleep apnea, seperti dikutip dari The New York Times, Rabu (29/7/2015).

1. Anak sempat berhenti bernapas saat tidur

2. Anak berjuang untuk kembali bernapas setelah sempat terhenti

3. Anda pernah membangunkan anak agar ia kembali bernapas ketika tidur

4. Anak sering mendengkur

5. Anda mendapati keanehan dalam cara pernapasan anak pada saat tidur

6. Anak mendengkur dengan keras.

Jika kondisi di atas Anda dapati pada perilaku tidur anak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter THT. Jika anak didiagnosa menderita sleep apnea, Dr Gozal mengatakan, langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah penelitian langsung pada tidur anak untuk mengkonfirmasi diagnosis tersebut sebelum mempertimbangkan tindakan operasi.

Operasi dibutuhkan untuk kasus sleep apnea yang sudah parah. Sementara kasus ringan dapat ditangani dengan penggunaan nasal spray dan Steroidal Anti-inflammatory Drugs atau obat yang memiliki khasiat analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun panas), dan antiinflamasi (anti radang), ujar Dr. Gozal.

Jika kondisi ini tidak ditangani dengan segera, maka dapat memicu kerusakan pada sejumlah organ dan sistem di dalam tubuh anak.

“Anak-anak yang sering dan mendengkur dengan keras pada anak usia dini, berpotensi memiliki prestasi akademik yang lebih rendah di kemudian hari, meskipun masalah mendengkurnya telah diselesaikan,” tambah Dr Gozal.(up/up)

Most Popular

To Top