Oknum Anggota DPRD dan Camat Nyaris Baku Hantam – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Oknum Anggota DPRD dan Camat Nyaris Baku Hantam

MASOHI,AE—Buntut dari pengusulan pejabat sementara (Pjs) pemerintahan Negeri Rutah, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, oknum anggota DPRD berinisial JSL dan camat Amahai, CL nyaris terlibat baku hantam di ruang komisi A, Rabu,(29/7).

JSL yang dikonfirmasi menuturkan, masa jabatan raja negeri Rutah Wahid Latarissa selesai pada tahun 2011 dan telah diusulkan kepada pemerintah untuk diganti. Kehendak masyarakat agar pemerintah menurunkan carataker.

Menurutnya, telah menguhubungi Kabag Pemerintahan dan Asisten I, namun pengusulan itu harus melalui pimpinan kecamatan. “Saya sudah hubungi camat berkali-kali, tapi dia (camat,red) hanya berputar-putar bicara soal saniri negeri,” tuturnya.

Sementara saniri sebutnya terbentuk di masa pemerintahan Abdullah Tuasikal, namun saniri tersebut tidak mewakili mata rumah dan tidak dilantik. “Nah, sehingga kita usul segara ada pejabat, karena selama ini terjadi kekosongan pemerintahan,” kata JSL.

Kekosongan pemerintahan katanya sangat berdampak terhadap berbagai aktifitas masyarakat di negeri tersebut termasuk soal ibadah dimana, sebagai negeri adat, Rutah sebut JSL saat hari-hari tertentu seperti Idhul Fitri dan hari-hari besar keagamaan lainnya mesti dihadiri oleh raja.

“Ini praktek dalam masyarakat adat, Pjs yang masyarakat usulkan adalah Ahmad Yani Lewenussa, kita desak sehingga tidak terjadi kekosongan pemerintahan,” sebutnya.

Ditambahkan, saniri negeri yang ada masa jabatan sudah tidak berlaku dimana dalam Surat Keputusan saniri menyatakan, saniri negeri berlaku sejak dilantik. “Dan camat sendiri yang nyatakan bahwa saniri sudah ditarik, ini disampaikan ketika kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan(Musrembang) Kecamatan,” ujarnya.

Terpisah, camat Amahai, CL menandaskan, lebih mementingkan masyarakat banyak dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat terkait dengan soa. Dimana, kata dia masyarakat tidak ingin ada perubahan struktur soa yang telah diusulkan yang mewakili mata rumah.

“Pemerintah sifatnya hanya menetapkan sesuai yang diusulkan masyarakat, saya juga tatap muka dengan masyarakat, saya tanya bagaiman dengan soa 2007, masyarakat mengatakan tidak boleh dirubah,” sergahnya.

Pantauan Ambon Ekspres di kantor itu,peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 09.20 WIT. Kejadian berawal dari Rapar Dengar Pendapat bersama komisi A yang membidangi persoalan pemerintahan, dimana camat Amahai dihadirkan untuk dimintai penjelasan terkait pengusulan Pjs negeri Rutah. Namun, belum dimulainya rapat terjadi adu mulut antara JSL dan CL.

Adu mulut antara kedua pejabat pemerintahan tersebut berlanjut hingga nyaris baku hantam. Sayangnya, aksi tersebut mampu dilerai oleh anggota DPRD. CL langsung dibawa ke luar ruangan komisi, sementara JSL dibawa ke ruang komisi D. Tak lama setelah peristiwa tersebut aparat kepolisian dari Polres Malteng diterjunkan ke kantor DPRD.(ANC)

Most Popular

To Top