Raih 6 Medali Emas di Lomba Catur – Ambon Ekspres
GMGM

Raih 6 Medali Emas di Lomba Catur

Usia 5 Tahun Juara Catur di Forkot

 
PEKAN Olahraga Kota (PORKOT) Ambon II di cabang Catur tingkat junior telah usai. Pada kelas junior putra, juara I diraih M Rafis Al Gafi, siswa SD Muhammadiyah Ambon, juara II atas nama Ilo Watimena (siswa SD Negeri 71 Ambon) dan Jonatan memperoleh juara III (siswa SD Negeri 41 Ambon).

Sedangakan tingkat junior putri juara I diwakili siswa SMP Negeri 6 Ambon Gloria De Gueljoe, Juara II diwakili siswa SMP Negeri 14 Ambon Siti Asmayanti dan juara III diwakili siswa Sd Negeri 71 Ambon Saylove Talamila yang berlangsung selama 5 hari.

Ketua Harian KONI Kota Ambon Yance Haumase menyerahkan 6 medali emas tersebut kepada 6 atlet berprestasi di ajang lomba catur tingkat jounior digedung Aula SKB Ambon Belakang Soya, Rabu (29/7).

Mantan Kadis Perhubungan Kota Ambon ini merasa bangga jika ada siswa-siswi terbaik menampilkan bakat dan minat di Porkot ini. Porkot dimaksud untuk menuju pra PON remaja tahun 2015 ini. Sehingga PORKOT Ambon II dilaksanakan untuk mencari bakat menuju PON remaja nanti.

“Saya bangga karena ada siswa SD Negeri 71 yang berusia 5 tahun bisa memiliki bakat dan imajinasi bermain catur,” tutur Haumase. Kebanggaan ini ditujukan kepada Ilo Watimena, siswa SD Negeri 71 Ambon yang dalam ajang kemarin meraih juara kedua.

Cabang olahraga catur bukan hanya diminati oleh orang dewasa namun anak cilik pun bisa bermain catur. ‘’Atlet-atlet semacam ini yang kita butuhkan untuk dikembang menuju PON remaja,’’ katanya.

Haumase kepada Ambon Ekspres, disela-sela acara tersebut mengaku pihaknya mengapresiasi keberhasilan yang diraih para siswa dalam ajang lomba catur tersebut dan menyampaikan banyak terima kasih kepada para kepala sekolah dan pembina olahraga serta guru pendamping ekstrakurikuler yang telah berhasil memberikan pembinaan sehingga, para siswa berhasil meraih emas.

“Tentunya ini merupakan suatu kebanggaan bagi Kota Ambon karena, para siswa berhasil meraih prestasi gemilang dalam setiap lomba,”ulasnya.

Terpisah, pembina sekaligus orang tua siswa Yanto, merasa kurang puas dengan hadiah yang diberikan. Mereka mengingkan juara catur minimal dikasih papan catur atau buku catur. ‘’Jangan dikasih boneka sebagai tanda kesuksesan juara.

“Ini prestasi yang diraih jadi semaraknya itu harus diidentikan kesuksesan, minimal prestasi ini bukan symbol boneka namun hadiah yang lebih bermanfaat,” kesalnya.(AID)

 

Most Popular

To Top