Pertarungan Sulit di SBT – Ambon Ekspres
Trending

Pertarungan Sulit di SBT

AMBON,AE— Pertarungan merebut kursi Bupati Seram Bagian Timur, diperkirakan tak akan mudah bagi pasangan Siti Umuriyah Suruwaky- Syaifudin (Ongen) Goo maupun pasangan calon Mukti Keliobas- Fachri Husni Alkatiri. Dua kandidat yang akan bertarung dalam Pemilukada serentak, Desember mendatang itu, dinilai memiliki peluang yang sama untuk menang. Pasangan Siti-Ongen dapat mendominasi perolehan suara di Kota Bula. Sementara, Mukti-Fachri berpeluang unggul di  pulau Gorom.

Kedua kandidat memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam bersaing. Siti yang merupakan wakil bupati dua periode  di kabupaten SBT, memiliki keunggulan sebagai penguasa dan menguasai birokrasi, serta unggul dalam tingkat pengenalan. Sementara Mukti adalah tokoh adat yang juga  tokoh politik yang pernah mencalonkan diri sebagai bupati  SBT tahun  2010. “Jadi, dua-duanya cukup kompetitif,” kata analis Politik Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Almudatsir Sangadji, Kamis (30/7).

Keberhasilan pembangunan selama 10 tahun terakhir akan menjadi isu yang mengunggulkan pasangan  Siti-Ongen bila isu itu dikelola dengan baik. Apalagi, bila  pasangan ini  didukung oleh bupati Abdullah Vanath dengan mengerahkan kekuatan birokrasi di sana sebagai mesin politik. Disamping mesin pertai  politik  pendukung.

Dengan begitu, pasangan dengan akronim Sus-Go itu memiliki peluang besar untuk merebut hati mayoritas pemilih di kota Bula yang merupakan daerah basis pemilih rasional. Sehingga, bila Sus-Go menggerakkan kekuatan birokrasi, maka kekuatan itu juga dapat menyebar ke daerah-daerah lain di kabupaten SBT. Yang merupakan daerah asal PNS. Disamping, tentu pula suara dari daerah-daerah lain yang menjadi  daerah asal dua figur  tersebut.

“Di Bula, kemungkian Siti  unggul, karena dia  adalah wakil bupati dan tinggal di Bula, sebagian besar PNS tinggal di kota Bula,” ungkapnya.

Sementara pasangan Mukti Keliobas-Fahri Husni Alkatiri berpeluang menang di daerah-daerah  basis pemilih tradisional. Sehingga, kecamatan Pulau Gorom, Gorom Timur, kecamatan Wakate, dan kecamatan Pulau Panjang  yang merupakan   daerah basis pemilih tradisional sekaligus kecamatan dengan suara terbanyak di kabupaten SBT, diatas 20 ribu pemilih, akan menjadi basis utama kemenangan Mukti- Fachri.

Pasangan Mukti-Fachri dengan akronim Mufakat itu akan dapat memperkecil presentasi kekalahan di kota Bula yang merupakan daerah dengan jumlah pemilih terbanyak kedua di kabupaten SBT itu, bila pasangan ini dapat  menawarkan program-program pembangunan dengan konsep yang rasional. Diikuti langkah pengawalan yang ketat.

“Mukti bisa memperoleh suara banyak di Bula, bila tim pemenangnya dapat melakukan strategi yang kreatif, menjual isu-isu yang rasional. Harus  menyampaikan program-program pembangunan yang rasional. Sebab, Kota bula merupakan daerah basis pemilih rasional,’ ujarnya.

Sementara itu, kendati sama-sama merupakan tokoh  Pulau Gorom, namun Mukti memiliki basis pemilih tradisional yang besar dan fanatik di sana.  Itu sulit diganggu oleh Pasangan Sus-Go. Kecuali bila tim Sus-Go kreatif dalam memainkan isu yang realistis tentang keberhasilan kepemimpinan Siti Suruwakay dan Abdullah Vanath selama dua periode dalam membangunan daerah itu.

Peluang kemenangan Mufakat dapat terbuka lebar bila keberhasilan Mukti dan gerbongnya  dalam memenangkan Said Assagaff dan Zeth Sahuburua dalam pemilihan gubernur dan Wakil gubernur tahun 2013 di kabuapetn SBT dapat  dipertahankan.

Di daerah lain. Terbuka peluang kemenangan bagi Sus-Go di Kecamatan Werinama, karena dukungan Abdullah Vanath. Namun, kehadiran sosok Fachri Alkatiri yang juga tokoh politik asal Werinama dapat mengimbangi kekuatan Sus-Go. Isu putra daerah dapat membuka peluang bagi pasangan Mufakat untuk meraup suara yang banyak di Werinama.

Kesempatan untuk pasangan Sus-Go juga terbuka di  Kecamatan Seram Timur yang merupakan daerah asal Ongen Go.  Bila isu putra seram timur diperkuat dengan isu keberhasilan pembangunan, maka pasangan ini akan mendulang suara yang banyak di sana.

Di Seram Timur, peluang untuk Mufakat juga terbuka. Namun, lagi-lagi bila  pasangan ini mampu dalam melakukan pendekatan kultur. Sebab, Seram Timur juga masih didominasi pemilih tradisional. Disamping itu, tentu harus dengan  mempresentasikan visi-misi dan program kerja Mufakat secara baik, sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

“Dari sisi pasangan, Mukti juga dilengkapi oleh Fachri Alkatiri yang merupakan tokoh politik dari kecamatan Werinama.  Demikian juga Sitti yang didampingi oleh Ongen Go. Ini tinggal didesain dalam konsep isu yang baik kemudian disampaikan kepada pemilih,” katanya.

Direktur Indonesia Political Parties Watch, Mohammad Ikhsan Tualeka  mengatakan, peluang kedua kandidat ini sama besarnya. Selain Siti adalah incumbent, yang dapat memainkan sejumlah instrument pendukung seperti struktur birokrasi, Mukti Keliobas juga adalah petarung lama yang sudah punya massa tradisional yang solid.

“Ini yang membuat persaingan akan sangat ketat dan kemungkinan faktor kemenangan akan ditentukan oleh swing voters atau masa mengambang yang belum punya preferensi memilih yang kuat,” ungkapnya via seluler, kemarin.

Sitti dapat memainkan isu keberhasilan pembangunan untuk mempertahankan popularitasnya. Namun kekurangan-kekuarangan dalam pembangunan  selama ini akan menjadi isu penting dapat dimanfaatkan oleh pasangan Mufakat.

“Siti punya keunggulan yang bisa digunakan untuk menunjang kemenangannya, yaitu issue keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan  untuk terus meraih dukungan electoral. Sementara, Mukti dapat menggunakan indikator-indikator kegagalan Siti yang incumbent untuk menunjang elektabilitasnya,” jelasnya.

Dia mengemukakan, terbuka peluang bagi tiap kandidat untuk ‘mencuri’ suara dari basis lawan. Itu dapat dilakukan bila tim kandidat mampu mengambil dukungan dari tokoh dari  masyarakat yang mengakar dengan pertimbangan tokoh itu akan memobilisasi dukungan ke kandidat tertentu. (MAN)

Most Popular

To Top