Dana Sidang Prodeo Tertahan di Depkum HAM – Ambon Ekspres
Metro Manise

Dana Sidang Prodeo Tertahan di Depkum HAM

Lusikoy : Tunggakan Mencapai Rp 1,5 M

AMBON, AE— Dana sidang yang dibiayai negara atau sidang prodeo yang selama ini ditangani Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) Pengadilan Negeri (PN) Ambon, dipertanyakan. Pasalnya, hingga kini Pusbakum yang berada di PN Ambon belum menerima biaya perkara sidang prodeo  yang seharusnya dibayarkan negara. Demikian disampaikan penanggungjawab Pusbakum PN Ambon, Hendrik Lusikoy SH kepada koran ini diruang kerjanya, Jumat (31/7).

Lusikoy menjelaskan, dalam kurun waktu tahun 2013 hingga tahun 2015, Pusbakum Maluku telah menangani lebih dari 300 perkara yang dibiayai negara. Selama kurun waktu dua tahun itu, pihaknya belum mendapatkan bayaran. “Sesuai aturan yang ditetapkan Kementerian Hukum dan HAM, dalam menangani perkara prodeo yang dibiayai oleh negara, satu perkara dibayar Rp 5 juta,“ katanya.

Sehingga, jika satu perkara dibayarkan Rp5 juta, maka seharusnya negara membayar Pusbakum PN Ambon sebesar Rp 1,5 miliar. Sebab, hingga kini Pusbakum telah menangani 300 perkara. “Jika dikalkulasikan, total dana yang harus dibayarkan negara lewat Kementerian Hukum dan HAM Indonesia sebesar Rp 1,5 miliar,“ jelasnya.

Persoalan ini, lanjutnya, Pusbakum pernah menanyakan kepada Mahkamah Agung (MA) ketika berkunjung ke PN Ambon beberapa waktu lalu. Saat itu, MA menjelaskan Pusbakum harus berkoordinasi dengan Kanwil Hukum dan HAM setempat. “Kami pernah menyurati Kementerian Hukum dan HAM mengenai jumlah perkara yang ditangani Pusbakum. Namun tidak ada tanggapan dari Kementerian Hukum dan HAM,“ kesalnya.

Persoalan belum dibayarkannya biaya penanganan perkara persidangan prodeo oleh Kementrian Hukum dan HAM, tambah Lusikoy, maka diduga ada indikasi terjadinya penyimpangan dan penggelapan biaya persidangan prodeo yang ditangani Pusbakum PN Ambon. “Kenapa dana ini belum dibayarkan? Kan patut diduga, karena sejak 2013 hingga sekarang Kementrian Hukum dan HAM belum membayarkan biaya yang ditangani,“ pungkasnya.(AFI)

Most Popular

To Top