DPT SBT di Sulap – Ambon Ekspres
Trending

DPT SBT di Sulap

AMBON,AE— Kendati pemutakhiran data pemilih masih berlangsung, isu penggelumbungan dan penyusutan mulai merebak di kabupaten Seram Bagian Timur. Komisi Pemilihan Umum akan mengevaluasi proses pendataan yang saat ini masih terus dilakukan oleh petugas.

Di Kecamatan Pulau Gorom dan Gorom Timur, ada dugaan penyusutan pemilih mencapai 5000. Hal ini dinilai tidak rasional. Pasalnya, waktu pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2014, tidak jauh dengan Pilkada serentak.

Sementara di kecamatan Wakate, justru terjadi penggelembungan sekitar 4000 pemilih. Kendati masih dalam tahapan verifikasi dan pemuthakiran, namun hal ini ditengarai, dilakukan oleh pihak pemerintah daerah.

“Penambahan jumlah pemilih ini, tidak masuk akal. Ini belum cukup satu tahun waktu Pilpres dan Pemilu dengan Pilkada. Indikasi penggelembungan sangat kuat di Wakate,” ungkap salah satu narasumber, yang enggan namanya dikoran itu.

Seperti ditulis Koran ini sebelumnya, penambahan pemilih juga terjadi di kecamatan Werinama, Bula, dan Bula Barat. Bahkan dengan jumlah yang cukup signifikan dibanding dengan data Pilpres dan Pemilu.

Jumlah pemilih sementara untuk masing-masing kabupaten Seram Bagian Timur sebanyak 95.227. Ini berdasarkan hasil sinkronisasi terhadap Daftar Penduduk Potensi Pemilih Pemilu (DP4) kabupaten tersebut dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu terakhir.

Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Taib Wangsi, mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi proses pencocokan DPT yang saat ini dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Kata dia, bila ada dugaan penggelembungan, harus disertai data akurat dan otentik, agar ditindaklanjuti KPUD.

“Dugaan itu nanti kita evaluasi sesuai kinerja PPDP selama 36 hari nanti. Kalaupun ada dugaan, harus dibuktikan dengan data-data yang akurat. Misalnya di kecamatan mana, desa apa, nama-nama dan alamat pemilih yang di anggap tidak sesuai, sehingga KPUD bisa melakukan tinjauan langsung untuk memastikan hal itu betul atau tidak,”ujar Taib kepada Ambon Ekspres via seluler, Jumat (31/7).

Namun KPUD belum dapat memastikan kebenaran dugaan itu. Selain belum ada laporan resmi dari masyarakat maupun tim sukses pasangan calon, proses verifikasi data pemilih baru sebatas penelitian ulang terhadap DP4.

“Kami baru mengetahui dari anda. Kecamatan lain juga belum kami ketahui. DPT akan ditetapkan pada bulan November. Sementara tahapan coklit dilakukan PPDP, setelah itu baru rekap sesuai tingkatan. Baik ditingkat pps, ppk maupun KPU SBT untuk melakukan pembetulan terhadap hal tersebut baru ditetapkan menjadi DPS,”ungkap dia.

Sesuai Jadwal dan tahapan, khususnya pencocokan dan penelitian dimulai 15 Juli-19 Aguastus. Sementara pemutakhiran 15-26 Agustus.  Kemudian penyusunan data pemilih berdasarkan hasil pemutakhiran dan dilakukan rekapitulasi untuk mendapatkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) secara berjenjang. Mulari PPS, PPK dan KPU kabupaten. Penetapan di KPU sebagai DPS pada tanggal 1 September.

Setelah penetapan DPS oleh masing-masing KPU kabupaten, akan diserahkan kembali kepada PPS untuk dilakukan pemutakhiran kembali atau perbaikan. Sepanjang tidak mendapatkan tanggapan dari masyarakat selama  7 hari, maka DPS tersebut diserahkan kembali kepada KPU untuk selanjutnya ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dilakukan secara berjenjang.

Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) SBT dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku, tak menjawab pertanyaan wartawan terkait dugaan penggelembungan dan penyusutan DPT sementara. Hingga berita ini naik cetak, dua lembaga pengawasan itu belum terkonfirmasi.
(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!