PPP Terima Ditolak KPUD – Ambon Ekspres
Trending

PPP Terima Ditolak KPUD

Golkar-PPP Masuk Tim Kampanye

AMBON,AE— Terancam ditolak, namun Partai Persatuan Pembangunan dan Golkar, mengaku tetap menjadi tim kampanye bagi pasangan calon yang telah mereka usung di Pilkada kabupaten Seram Bagian Timur dan Aru. Klaim dukungan infrastruktur dan kader partai pun diembuskan kedua kubu.

Ketua Uji Kelayakan dan Kepatutan Pilkada DPW PPP Maluku versi Muktamar Surabaya, Afras Pattisahusiwa mengatakan, pihaknya tetap bekerja maksimal untuk kemenangan pasangan Abdul Mukti Keliobas-Fachri Alkatiri dan Obed Barends-Eliza Darakay di Pilkada Aru. Hal ini, sesuai realitas politik yang saat ini terjadi di SBT.

“Kita tetap berpegang pada rekomendasi yang dikeluarkan DPP, yakni ke pasangan Mukti-Fachri. Saya kira, kita perlu realistis bahwa secara de facto dan de jure, kita punya anggota DPRD di SBT dan Aru. Itu bukan anggota DPRD kubu Djan Faridz,” ujar Afras kepada Ambon Ekspres via telepon, Jumat (31/7).

Afras yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW PPP Maluku itu, menyatakan, 2 anggota DPRD PPP di SBT dan 2 di DPRD Aru, dihasilkan oleh PPP masa kepemimpinan Suryadarma Ali dan Romahurmuziy.

Sehingga kata dia, rekomendasi yang diberikan Mukti-Fachri dan Obed-Eliza, sekaligus dengan awaknya.
“Mereka yang anggota DPRD sekarang ini,  kan kami rekomendasikan pencalonan mereka pada pemilu. Maka yang pasti perahu rekomendasi yang kami berikan sekaligus dengan penumpangnya (kader dan anggota DPRD). Kami tidak tahu soal kubu lain. Jangan sampai ada perahu, tapi tidak ada penumpang,” katanya.

Soal sengketa dualisme PPP diranah hukum, Afras mengaku, masih berlangsung. DPP PPP kubu Romi, telah mengajukan judicial reviuw (uji materi) terhadap Peraturan KPU nomor 12 tahun tentang pencalonan, khsusnya pasal 36 yang mengakomodasi paslon dari partai yang sedang berkonflik.

Ia juga menjelaskan, persoalan Golkar berbeda dengan PPP. Dualisme Golkar dibenarkan, karena setelah adanya putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), kepengurusan Golkar dikembalilan ke hasil Munas Riau 2009. Itu diartikan, Golkar diakui keabsahan dengan kembali berlaku SK Menkum dan HAM.

Sementara kubu Agung Laksono yang dihasilkan oleh Munas Ancol, juga telah mendapatkan SK Menkum dan HAM. “Di situ letak perbedaan konflik PPP dan Golkar. Dua kubu punya SK Menkum dan HAM. Sedangkan PPP, tidak. Maka kalau ingin tanda tangan rekomendasi bersama, maka yang harus melakukannya adalah PPP kubu Romi dan kubu Suryadarma Ali, bukan kubu Djan  Faridz, karena mereka tak punya SK.  Seperti itu logika hukumnya,” jelasnya.

Namun, ia mengaku, pihaknya tetap menghargai proses yang sedang berlangsung di KPUD daerah maupun di lembaga peradilan. ”Kami berterima kasih kepada KPU SBT dan provinsi yang tetap menerima berkas pencalonan pasangan yang kami rekomendasikan. Bahwa nanti rekomendasi tidak sama, maka harus digugurkan dan kami terima,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) ketua harian DPD partai Golkar provinsi Maluku versi Munas Ancol, Paulus Mantulameten, mengatakan, pihaknya juga tetap mendukung dan bekerja untuk pasangan Sitti Umuriiah Suruwaky-Sjarifuddin Goo. “Iya kita akan tetap kerja untuk memenangkan pasangan kita. Malah kami masuk dalam tim kampanye pasangan yang kita usung,” akunya.

Ia menambahkan, Golkar kubu Agung juga ditempatkan sebagai tim dan juru kampanye pasangan Tagop Sudarsono Solissa-Ayub Saleky untuk  Pilkada Buru Selatan dan pasangan Barnabas Orno- Benyamin Noach di Maluku Barat Daya. “Dari unsur DPD II, DPD I maupun  DPP masuk dalam tim kampanye untuk Tagop dan Orno. Saya tidak tahu kubu lain, tapi kubu kita masuk,” ungkapnya.

Sementara itu saat dikonfirmsi, wakil sekretaris DPD Golkar Maluku versi Munas Bali, Piet Manuputty, mengatakan, penentuan tim kampanye setelah adanya putusan inkrach. “Untuk tim kampanye, nanti mudah-mudahan sudah ada keputusan yang inkracht tentang siapa yang sah, maka jadilah kubu untuk tim kampanye,” katanya.

Ketua DPW PPP Maluku versi Muktamar Jakarta, Manan Latuconsina, saat dihubungi, belum memberikan komentar hingga berita naik cetak.
Tetap Berpengaruh

Pengamat politik Universitas Pattimura Ambon, Jen Latuconsina, mengatakan, PPP dan Golkar tetap masih punya pengaruh signifikan terhadap kemenangan kandidat di SBT dan Aru, meski berada di luar arena Pilkada. Hal ini, karena kedua partai punya basis dan infrastruktur yang mapan di dua kabupaten tersebut.

“Meskipun Golkar dan PPP tidak ikut pilkada, tapi mereka akan menjadi partai pendukung di luar syarat formal. Mereka punya pengaruh karena memiliki struktur kepengurusan di semua level.  Dari DPD II, PAC sampai dengan ranting,” kata Jen.

Namun, menurut dia, kemenangan di Pilkada tidak semata ditentukan oleh dukungan partai. Figur punya peran sangat signifikan untuk memenangkan dirinya sendiri. “Biar pun partai tdk solid tapi kalau figur populer dan disukai oleh rakyat maka akan menjadi faktor determinan. Apalagi pilkada langsung, rakyat yg memilih dan bukan partai di DPRD yang memilih,” jelasnya.

Soal dukungan politik PPP dan Golkar bila tak diakomodir, Jen menyatakan, tetap pada calon yang diusung.

Alasannya, penetapan rekomendasi telah dilakukan secara resmi oleh kedua partai di dua kubu masing-masing.
“Secara formal, keduanya mendukung calon yang sudah di rekomendasikan PPP maupun Golkar. Karena keputusan untuk mendukung calon itu sudah diplenokan dan menjadi keputusan partai yang harus dijalankan,” kuncinya.(TAB)

Most Popular

To Top