Tugas Khusus Pangdam Baru – Ambon Ekspres
Trending

Tugas Khusus Pangdam Baru

Pengamat: Ada Hal-hal Kecil Pemicu Konflik

Jakarta, AE— Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono, kemarin, ini memimpin serah terima 10 perwira tinggi (Pati) pada jabatan strategis, diantaranya Panglima Kodam XVI/Pattimura. Mayjen Doni Monardo, menggantikan Mayjen Wiyarto yang kini menjabat sebagai Asisten Teritorial Panglima TNI. Doni diperintahkan cegah konflik komunal, dan mengawal kehidupan toleransi antar umat beragama.

Serah terima jabatan 10 Pati digelar di Markas Divisi I/Kostrad, Cilodong, Jawa Barat, Jumat (31/7/2015). Pada kesempatan itu, Mulyono meminta kepada seluruh pejabat baru yang baru diangkat untuk melakukan evaluasi terhadap apa yang telah dikerjakan selama ini.

Ia juga memerintahkan para pengemban tugas tersebut untuk merumuskan dan menyempurnakan kebijakan di berbagai bidang secara lebih aplikatif. “Agar dapat diimplementasikan dengan bekerja keras oleh jajaran satuan TNI AD. Tantangan ke depan cukup berat. Maka harus betul-betul maksimal untuk melaksanakan tugasnya,” kata Mulyono.

Mantan Pangkostrad itu pun juga merinci mengenai tantangan yang dimaksud. Tantangan secara internal disebutnya adalah mengenai pembinaan organisasi supaya tetap disiplin dan profesional. “Tantangan keluar kita mampu menghadapi situasi dan membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan pembangunan nasional,” lanjutnya.

Secara khusus KSAD memberikan tugas kepada 10 perwira tinggi yang baru saja melakukan sertijab. Khusus untuk yang menjabat sebagai pangdam-pangdam, Mulyono meminta mereka memastikan pengamanan jelang Pilkada serentak.

“Khusus kepada para Pangdam, agar memelihara dan meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap dinamika perkembangan situasi yang terjadi di wilayah masing-masing secara arif dan bijaksana, terutama menjelang pelaksanaan Pilkada serentak bulan Desember 2015 nanti. Koordinasikan dengan aparat keamanan dan pihak terkait, serta libatkan semua pemangku kepentingan untuk menjaga agar setiap daerah tetap kondusif dan stabil,” kata dia.

Dia juga menambahkan, ”Tingkatkan terus semangat toleransi dan kerukunan umat beragama, cegah terjadinya konflik komunal dan aksi anarkis, terorisme maupun lainnya, yang dapat menghambat proses pembangunan nasional di daerah masing-masing. Bangun komunikasi dan sinergitas kegiatan yang baik dengan berbagai elemen masyarakat untuk meminimalisir potensi konflik antara prajurit TNI AD dengan Polri maupun dengan unsur masyarakat lainnya”.

Sosiolog Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon Manaf Tubaka mengatakan, pergantian Pangdam XVI Pattimura memenunjukkan adanya perhatian besar petinggi TNI terhadap kondisi keamanan di Maluku. Selain karena Maluku merupakan salah satu daerah yang pernah mengalami konflik sosial, kebijakan pergantian  juga  karena  menyusul terjadinya konflik di Tolikara, Papua beberapa tahun lalu, sehingga pasti selalu menjadi perhatian petinggi institusi   keamanan di pusat.

Kendati pergantian Pangdam telah menjadi ketentuan di institusi TNI, namun itu dapat dilakukan dengan alasan-alasan tertentu. Selain penyegaran di tingkat daerah, juga karena masalah keamanan. TNI tentu tidak ingin masalah keamanan di Maluku kembali terganggu. “Memang secara umum kondisi keamanan di Maluku sudah membaik. Masyarakat sudah semakin sadar tentang pentingnya menjaga keamanan. Hanya masih ada hal-hal kecil yang menjadi pemicu konflik,” katanya.

Ditegaskan, Maluku sudah aman tapi masih terdapat potensi konflik di tengah masyarakat yang harus diantisipasi sejak dini. Penyebab konflik tersebut, diantara juga karena kinerja aparat keamanan yang belum dapat menuntaskan proses hukum beberapa masalah di tengah masyarakat. Ini dapat menjadi bom waktu bagi keamanan di Maluku bila tidak disikapi secara serius.

Tubaka mengatakan, keamanan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga walaupun pergantian pangdam selalu dilakukan, tapi bila tidak didukung oleh semua elemen bangsa di Maluku, maka keamanan sejati akan sulit diwujudkan. “Artinya, dengan pergantian Pangdam ini, kita berharap ada perubahan yang lebih baik dalam kinerja aparat keamanan. Harus ada sinergitas yang baik antara semua pihak untuk menjaga keamanan,” ujarnya
Dengan demikian, lanjutnya, pergantian Pangdam harus dilihat oleh semua elemen masyarakat Maluku sebagai kekuatan baru bersama dalam memerangi  para provokator yang masih ingin memperkeruh kondisi keamanan di daerah seribu pulau ini. (DTC/MAN)

Most Popular

To Top