Program GMGM Harus Berkesinambungan – Ambon Ekspres
Trending

Program GMGM Harus Berkesinambungan

AMBON,AE— Gerakan Maluku Gemar Membaca (GMGM) dinilai sangat bermanfaatkan bagi pengembangan minat baca dan peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, GMGM harus tetap dilakukan secara berkesinambungan untuk meretas ketertinggalan dunia pendidikan di Maluku.

Kepala Seksi Data dan Informasi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Maluku, La Mansur, mengatakan, Gerakan Maluku Gemar Membaca (GMGM) merupakan ide brilian untuk mencerdaskan anak Maluku. Pengetahuan kata dia, diawali dengan membaca.

“GMGM adalah ide brilian untuk mencerdaskan anak Maluku. Karena hanya dengan membaca, kita bisa pintar, hanya dengan membaca anak Maluku dapat memiliki pengetahuan dan berdaya saing dalam dunia kerja. Baik di level nasional maupun internasional,”ujar Mansur kepada Ambon Ekspres, Minggu (2/7).

Menurut Mansur, Maluku punya bonus demografi sekaligus menjadi tantangan pembangunan pendidikan. Beberapa tahun mendatang, generasi dengan usia produktiflah yang akan mendominasi perubahan di Maluku.

“Satu hal yang tak kalah penting adalah terkait bonus demografi dalam beberapa tahun kedepan. Dimana generasi dengan usia produktif yang semakin dominan, akan menjadi ancaman serius untuk masa depan kita di Maluku ini, jika gerakan pencerdasan kepada masyarakat tidak dimulai dari sekarang,”katanya.

Salah satunya yang telah dilakukan oleh pemerintah yang bekerjasama dengan Ambon Ekspres, adalah GMGM. Sehingga kesimbungan dari gerakan ini, kata dia, harus dilakukan.

“Salah satunya adalah melalui GMGM ini. Jadi maju terus GMGM, Jaya dan sukseslah selalu Ameks. Anda telah mengambil langkah yang seharusnya menjadi jalan bagi orang punya kepedulian terhadap  masa depan anak Maluku yang kita cintai ini. Ini adalah sesuatu yang tidka boleh berhenti, apalagi untuk kemaslahatan orang banyak,”kata dia.

Untuk melestarikan GMGM, kata dia, harus didukung oleh semua pihak. Terutama pemerintah daerah provinsi Maluku dan kabupaten dan kota.  “Tentu saja gerakan ini harus menjadi milik semua komponen terutama pemerintah kabupaten/kota, bukan hanya provinsi, dan apalagi hanya dibebankan kepada Ameks. Paling tidak, dukungan terhadap gerakan ini oleh pemerintah harus semakin nyata. Misalnya diakomodir dalam program pembangunan di daerah, terutama dalam bidang pendidikan,” paparnya.

Pemerhati pendidikan asal Universitas Pattimura, Zainudin Notanubun, menilai, sejak diluncur pada 2014 lalu, GMGM telah banyak bermanfaat bagi masyarakat. Terutama pelajar dan mahasiswa.

“Karena disadari bahwa para pelajar dan mahasiswa khususnya membaca, belum membudaya, sehingga perlu dirancang dengan berbagai motivasi, salah satu motivasi yang paling efektif adalah melalui Program GMGM,” katanya.

Menurut Notanubun, membaca dikalangan pelajar dan mahasiswa dan generasi muda umumnya, dianggap bukan sebuah kebutuhan. Kegiatan membaca akan dilakoni, bila diperhadapkan dengan tugas dari sekolah dan kampus.

Dia menyatakan, terobosan yang dilakukan oleh Ameks dengan pemda Maluku dan beberapa Pemkab itu, sangat tepat dan relevan di era sekarang. “Teori ini yang telah ditangkap oleh Ameks dengan meluncurkan program GMGM. Program ini sangat relevan selama orang membutuhkan membaca. Sukses program GMGM, semoga lebih meningkatkan dan mencerdaskan masyarakat Maluku,” ungkap Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah XII, Maluku dan Maluku Utarta itu.
(TAB)

Most Popular

To Top