Rekayasa Nama di Bandara MTB – Ambon Ekspres
Trending

Rekayasa Nama di Bandara MTB

Bandara di Maluku Tenggara Barat tuntas dikerjakan. Peresmian penggunaan kini sudah diajukan pemerintah setempat ke kementerian Perhubungan. Namun, nama bandara  kini dipersoalkan masyarakat. Masyarakat mengusulkan nama lain, pemerintah mengajukan nama Mathilda Batlayeri.

Bandar Udara itu terletak di petuanan adat Amtufu di Desa Lorulun dan Desa Tumbur Kecamatan Wertambrian. Masyarakat adat Amtufu yang terdiri dari dua desa yaitu Desa Lorulun dan Desa Tumbur, terus mengancam pemerintah untuk menggantikan nama bandara itu.

Dalam proses pengusulan perubahan nama Bandar Udara Saumlaki baru oleh Pemkab MTB ke Kementerian Perhubungan, tidak melalui prosedur yang sebenarnya. Bahkan ada dugaaan rekayasa dokumen yang dilakukan Pemkab MTB sebagai bahan lampiran persyaratan.

Selain itu, penggunaan nama Mathilda Batlayeri sebagai nama Bandar udara Saumlaki ditolak oleh tokoh masyarakat serta tokoh adat dari Desa Lorulun maupun desa Tumbur. Sebab Mathilda Batlayeri bukan seorang pahwalan nasional.

Penolakan ini disampaikan beberapa tokoh masyarakat maupun tokoh adat dari Desa Lorulun dan Desa Tumbur di Ambon. “Kami selaku tokoh masyarakat mewakili seluruh masyarakat Amtufu Raya dengan ini menyatakan sikap menolak mentah-mentah penggunaan nama Mathilda Batlayeri sebagai nama Bandar Udara Saumlaki yang terletak di petuanan adat desa kami. Apalagi ada dugaan rekayasa dokumen,” tegas salah satu tokoh masyarakat Amtufu, Kace Sainyakit kepada wartawan di Ambon, Sabtu (1/8).

Pensiunan polisi berpangkat AKBP ini menyebutkan adanya kesalahan prosedur serta dugaan rekayasa dokumen persyaratan terdapat pada berita acara rapat antara Pemda Kabupaten MTB dengan masyarakat Amtufu.

Terungkapnya rekayasa dokumen ini ketika tokoh masyarakat Desa Amtufu berhasil mendapatkan copian surat Dirjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan dengan nomor : AU,101/3/36/DRJU,KUM.2013 tertanggal 26 Juli 2013 yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan RI dengan perihal Permohonan Penetapan Perubahan Nama Bandar Udara Saumlaki Baru.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Herry Bakti selaku Dirjen Perhubungan Udara pada point 1 disebutkan bahwa semua persyaratan untuk melakukan perubahan nama bandar udara antara lain Surat Persetujuan DPRD Provinsi Maluku; Surat persetujuan DPRD Kabupaten MTB; Surat Persetujuan Bupati MTB; Surat persetujuan Kepala Desa Sifnana selaku ketua persekutuan masyarakat adat; Surat persetujuan keluarga almarhumah Mathilda Batlayeri; Berita Acara rapat antara Pemda Kabupaten MTB dengan masyarakat Amtufu dan Justifikasi pemakaian nama Mathilda Batlayeri.

Sainyakit menyebutkan, terhadap berita acara rapat antara Pemkab MTB dengan masyarakat Amtufu yang menjadi salah satu persyaratan, diduga kuat direkayasa oleh pihak Pemda MTB supaya memuluskan tujuan mereka memberikan nama Mathilda Batlayeri sebagai nama Bandar Udara Saumlaki baru.

“Kami selaku tokoh masyarakat Amtufu menegaskan bahwa hingga detik ini, tidak pernah ada yang namanya rapat antara masyarakat dengan pihak Pemda untuk persetujuan pemberian nama Mathilda sebagai nama Bandara Saumlaki Baru. Ini pembohongan serta rekayasa dokumen yang dilakukan Bupati MTB,” tandas Sainyakit didampingi sejumlah tokoh masyarakat lainnya seperti Kapten (purn) Drs. E.Y. Lerebulan, Paulus Watunglawar,SE, serta Soter Melsasail.

Sebelumnya, masyarakat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Maluku Tenggara Barat (MTB) mengancam akan menutup bandara Mathilda Batlayeri yang merupakan bandara baru di kabupaten tersebut. Pasalnya penetapan nama bandara itu, tidak mencantumkan dan mencerminkan nilai-nilai adat dari kedua desa, yang telah menghibahkan ratusan hektar tanah untuk dijadikan bandara tersebut.

“Pemberian nama pada bandara yang dibangun diatas tanah adat milik Desa Amtufu dan Desa Lolurun, tidak melibatkan kedua desa. Padahal masyarakat saat itu dengan penuh kesadaran telah menghibahkan tanah sebesar 350 hektar untuk membangun bandara itu,” kata Edwardus Putukaman, salah tokoh masyarakat kedua desa kepada wartawan di Ambon, Senin kemarin.(MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!