25 Blok Migas di Perut Bumi Maluku – Ambon Ekspres
Trending

25 Blok Migas di Perut Bumi Maluku

JAKARTA,AE— Perlakuan khusus bagi Maluku terus di dorong. Ini karena besarnya potensi sumber daya alam yang dikandung dalam perut bumi Maluku. Ada sekitar 25 blok migas yang terdapat di sana, namun belum menjadi perhatian pemerintah.

Perlakuan khusus menjadi kebutuhan, seperti hak Otonom Khusus Kelautan. Sebab potensi terbesar di wilayah ini adalah di laut. Maluku memiliki 25 blok migas, 15 Blok sudah dimiliki investor, sedangkan 10 blok merupakan potensi yang belum digarap.

Hal itu disampaikan tokoh Maluku yakni pakar laut dalam Dr Augy Syahilatua,  praktisi Migas Boetje HP Balthazar, Direktur Eksekutif Archipelago Solidarity Foundation, Dipl-Oek. Engelina Pattiasina, Minggu (2/8) malam. Hadir juga pemuda Maluku Stevie Kakerissa dan Ferry Lasatira.

Tuntutan perlakuan khusus sesuatu yang wajar dan semestinya diberikan, demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Maluku. Alokasi anggaran daerah jangan dihitung berdasarkan luas daratan semata, sementara Maluku sebagian besar wilayahnya dan potensinya ada di laut.

“Kita minta juga hak ulayat dikembalikan kepada Maluku. Hanya satu provinsi yang memiliki hak ulayat yang disebut ‘Petuanan’ di mana hak ulayat sampai wilayah laut, namun kini tidak ada lagi. Ini harus dikembalikan,” tegas Pattiasina dalam rilis yang juga diterima Ambon Ekspres, kemarin.

Dalam perayaan 70 tahun Kemerdekaan Indonesia nanti, bangsa ini tidak boleh lupa kontribusi luar biasa tokoh Maluku bagi republik. Dan kini, rakyat Maluku harus maju dan sejahtera dengan kekayaan lautnya. Maluku tidak boleh lagi miskin dan tertinggal karena memiliki potensi alam dan kekayaan yang luar biasa.

Pendapat senada dikemukakan Augy Syahilatua yang juga Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Ambon. Dia mengatakan, pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo baik dalam masa kampanye maupun setelah resmi menjadi Presiden telah menegaskan bahwa masa depan Indonesia ada di laut. Karena itu orientasi pembangunan diarahkan pada laut. “Nah, Maluku yang sebagian besar lautan, jika diberi Otsus Kelautan pasti akan maju,” katanya.

Menurut Augy, Indonesia khususnya Maluku membutuhkan kapal riset yang canggih untuk riset, dan pemerintah juga harus konsisten dan tegas dalam kaitan riset Migas di laut dalam Maluku. Banyak kapal modern asing yang bebas meneliti. “Potensi laut dalam kita masi banyak belum tergarap. Selama ini baru kedalaman 200 meter yang dimanfaatkan, sementara laut dalam di Banda saja sekitar 7.700 meter,” kata Augy.

Tokoh Maluku yang menguasai bidang Migas, Boetje juga menyatakan hal sama, bahwa Otsus Kelautan mutlak bagi Maluku mengingat semua potensi Migas Maluku ada di lautan. “Sayang sebagaian besar kini dikuasai perusahaan asing dan dampaknya bagi daerah dan rakyat masih kecil. Boetje menyebut potensi Migas luar bisa di Maluku yakni di Blok Marsela, Blok Babar Selaru, Blok Pulau Moa Selatan, dan Blok Roma,” kata dia.

Ketiga tokoh ini, Augy, Engelina dan Boetje juga sepakat bahwa rakyat Maluku harus maju dan sejahtera dengan kekayaan lautnya. Apalagi saat peringatan 70 tahun Kemerdekaan RI, Maluku tidak boleh lagi miskin dan tertinggal. (HIR)

Most Popular

To Top