Kelompok Provokator Teridentifikasi Polisi – Ambon Ekspres
Trending

Kelompok Provokator Teridentifikasi Polisi

AMBON,AE— Gerak provokator akhirnya teridentifikasi oleh polisi. Mereka bergerak secara berkelompok, dan menyebar di beberapa daerah, baik di Ambon, maupun di luar Ambon. Namun sampai kemarin, polisi masih terus dalami gerakan mereka.

Semua kasus perkelahian antar kampung (kelompok masyarakat), sampai saat ini masih terus kami dalami, termasuk  mengungkap provokator (aktor intelektual) yang sering bermain dibeberapa wilayah-wilayah ini,” ungkap  Kapolres Pulau Ambon dan PP Lease AKBP, Komaruz Zaman, kepada awak media saat melakukan ekspos kasus.

Saat ekspose, dia didampingi Komandan kodim 1504 Letkol Inf. Indramawan, Danyonif 732/Banau Letkol Inf. Indrabudi dan perwakilan Satgas Yonif 408/Suhbrastha, serta seluruh perwira Polres, di Mapolres Ambon, Senin (3/8).

Ada beberapa kelompok yang diduga mempunyai andil dalam terjadinya konflik antar warga selama ini. “Mereka ini berkelompok, ada beberapa sudah kami kantongi identitas mereka, namun kami masih terus melakukan pendalaman,” terangnya.

Zaman mengakui, dalam prosesnya pihaknya kesulitan dalam mengungkapkan kasus karena minimnya informasi dan saksi. “Memang untuk melacak sepek terjang mereka cukup sulit karena beberapa kasus terkendala dengan bukti dan saksi, ditambah dengan sikap masyarakat yang tertutup,” cetusnya.

Kemarin, kapolres mengekspose 40 pelaku kejahatan beserta puluhan barang bukti, yang berhasil diamanan sejak Januari-Agustus 2015. Diantara tersangka tersebut 9 diantaranya, merupakan pelaku tindak pidana berat seperti penganiayaan, pembunuhan, pelemparan bom dan kepemilikan senjata api.

Mereka ini diduga dalang dari sejumlah konflik antar kelompok masyarakat di wilayah hukum polres Ambon.  “Polres Ambon serius dalam menangani berbagai kasus yang terjadi, terutama daerah yang memang sangat rawan terjadinya konflik, seperti Leihitu, Saparua dan pulau Haruku. Terakhir pasca lebaran banyak sekali kasus yang mengakibatkan korban jiwa ini juga sudah kita tangkap dan masih terus kita kembangkan,” kata kapolres.

Mantan kapolres Pulau Buru ini, berkomitmen mengusut semua kasus bentrok dan menindak tegas para pelaku yang terlibat. “Jadi saya sampaikan kepada masyarakat bahwa segala bentuk kejahatan akan ada konsekuensi hukumnya, siapapun yang terlibat akan kami tangkap. Dan kita proses sesuai dengan ketentuaan hukum yang berlaku,” tegas perwira menengah polri ini.

Dia berharap, dukungan dari semua pihak terutama masyarakat untuk segera melaporkan, segala kejadian kepada pihaknya. “Kami selalu meminta dukungan dari masyarakat untuk sama-sama menjaga kamtibmas dan bila terjadi gesekan langsung dilaporkan kepada kami, agar tidak menjadi konflik,”tandasnya.

Disamping pelaku dalam beberapa kasus penganiayaan maupun pembunuhan, yang mengakibatkan terjadinya konflik horizontal antara kelompok warga, lanjut dia, Polres Ambon dan Pulau Lease Juga mengejar aktor intelektual yang bermain di balik sejumlah konflik, seperti di Pulau Ambon, Pulau Haruku, Saparua dan Jazirah Leihitu.

BOM
Sementara itu, sedikitnya tiga buah bom rakitan diamankan kepolisian Polres Ambon dan Pulau Lease, dan benda berbahaya lainnya juga diamankan seperti satu pucuk pistol rakitan, tujuh buah parang, dan satu buah katapel juga diamankan. Benda berbahaya tersebut, diamankan dari pelaku kejahatan yang terlibat dalam kasus pertikaian.

“Tiga buah bom ini kami amankan dari pulau Haruku, beserta pelaku pelempar bom yang mengakibatkan korban luka ringan dan berat, beberapa waktu lalu. Sedangkan pistol rakitan disita dari tersangka JS di desa Morela,” Jelasnya, sambil menambahkan, benda berbahaya itu, digunakan pelaku untuk menyerang orang lain. “Semua yang kita amankan ini merupakan operasi bersama gabungan TNI Polri, baik dari kodim, Polres dan BKO Brimob maupun BKO Yonif 408 dan Yonif/732 Banau, di daerah rawan konflik, sehingga dipastikan bom dan sebagainya juga dipakai untuk menyerang kelompok lain,” papar Kapolres.

Terpisah Komandan Kodim 1504 Pulau Ambon, Letnan Kolonel infanteri Indramawan mengatakan, akan selalu membantu kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku kejahatan yang terjadi di Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Menurut dia, kondisi keamanan bukan saja tanggungjawab aparat keamanan melainkan tanggungjawab dari seluruh lapisan masyarakat yang berada di negeri ini. Untuk itu lanjut dia, masyarakat juga bisa membantu aparat keamanan agar tetap memliharan situasi dan kondisi keamanan yang ada.

“Kalau ada yang buat rusuh masyarakat tidak perlu untuk menyembunyikan. Harus mebantu pihak aparat keamanan terutama pihak kepolisian, untuk mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan biar diproses sesuai dengan perbuatannya. Mari kita sadar bahwa konflik itu tidak membawa kebaikan bagi kehidupan kita. tetapi membawa penderitaan. Keamanan itu tanggungjawab kita bersama,” pesan pria dengan dua melati dipundaknya itu.(ERM/AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!