Rumatoras Dibui, 3 Lainnya Masih Bebas – Ambon Ekspres
Trending

Rumatoras Dibui, 3 Lainnya Masih Bebas

AMBON,AE— Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Senin kemarin menjebloskan direktur PT Nusa Ina Pratama, Yusuf Rumatoras, satu dari empat tersangka yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi kredit macet pada Bank Maluku. Sayangnya, jaksa belum juga melakukan tindakan sama terhadap tiga tersangka lainnya.

Rumatoras yang didampingi tim penasehat hukumnya Daniel Nirahua, mendatangi kantor Kejati Maluku untuk menjalani proses pemeriksaan sekaligus dilakukan pelimpahan berkas dan tersangka dari Jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum atau tahap II.

Pantauan Koran ini, Rumatoras hadir untuk menjalani proses pemeriksaan sekaligus pelimpahan berkas ke tahap II, sejak pukul 13.00 Wit. Setelah diperiksa, Rumatoras kemudian menandatangani sejumlah dokumen penahanan.
Sekitar pukul 17.00, Rumatoras keluar dari ruangan kasi Penuntutan selaku Jaksa Penuntut Umum. Raut wajah tegang menyelimuti wajah bos PT Nusa Ina Pratama ini, ketika digiring ke mobil tahanan dan dikawal oleh beberapa jaksa.

Ketika ditanya tanggapannya, Rumatoras enggan berkomentar dan memilih untuk bergegas menaiki mobil tahanan kemudian dibawa ke Rutan.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia mengatakan, penahanan terhadap Rumatoras dilakukan sesuai dengan mekanisme hukum. Selain itu, penahanan perlu dilakukan, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. “Penahanan dilakukan sudah sesuai mekanisme. Ini merupakan wewenang jaksa sebagaimana diatur dalam KUHP, “jelasnya.

Dalam kasus ini, lanjut Palapia, PT Nusa Ina Pratama, melakukan kredit di Bank Maluku pada tahun 2007 sebesar Rp 4 miliar. Namun sebelum selesai jatuh tempo, pihak bank kembali mencairkan kredit ke perusahaan itu lagi, di tahun 2009. Namun hingga kini, PT Nusa Ina Pratama belum membayar habis kredit itu. Perbuatan terdakwa mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 4 Miliar, berdasarkan perhitungan BPKP perwakilan Maluku. “Kerugiannya sebesar Rp 4 Miliar berdasarkan perhitungan BPKP, “bebernya.

Karena agunan bangunan yang dipakai Rumatoras, tambah dia, belum sepenuhnya menjadi milik Rumatoras. Namun milik Pemerintah Daerah.

Selain Rumatoras, lanjut Papalia, ada tiga tersangka lainnya, yakni, Erik Matitaputty, Mateheos Andarias Matitaputty dan Markus Fanghoy. Ketiganya merupakan pegawai pada Bank Maluku cabang utama. “Berkas tiga tersangka lainnya, akan menyusul. Jadi kita ikuti saja perkembangannya kedepan, “terangnya.

Penasehat hukum Rumatoras, Daniel Nirahua mengatakan, dalam kasus ini, kliennya diminta untuk membantu Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Pasca konflik untuk membangun rumah dinas untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Nirahua menjelaskan, ada perjanjian kerjasama antara pemda dan Investor, dalam hal ini pemda dan Yusuf Rumatoras. Tanah atau aset milik Pemda Tiga, yang berada di Poka dibangun rumah dinas atas usulan berdasarkan dokumen surat.

Kemudian dari asset Pemda itu, lanjut Nirahua, dilakukan penghapusan aset pemda yang disetujui oleh DPRD. Bahkan, tambah dia, tanah atau bangunan itu, sudah memiliki Hak Guna Bangunan (HGB).
(AFI)

Most Popular

To Top