Tak Ada Toleransi Buat PPP-Golkar – Ambon Ekspres
Trending

Tak Ada Toleransi Buat PPP-Golkar

Soal Dualisme Rekomendasi

AMBON,AE— Komisi Pemilihan Umum memastikan, tidak ada toleransi untuk Partai Persatuan Pembangunan dan Golkar soal rekomendasi ganda. Rekomendasi kedua kubu tetap ditolak jika belum ada keputusan berkekuatan hukum tetap atau inkracht tentang kepengurusan yang sah.

Ketua KPU Provinsi Maluku Musa Toekan kepada Ambon Ekspres, Senin (3/8), mengatakan, pihaknya tetap menjalankan amanat Peraturan KPU nomor 12/2015 tentang perubahan atas PKPU nomor 9/2015 tentang pencalonan dan surat edaran KPU pusat nomor 433. Yang intinya, KPUD akan menolak pasangan calon yang direkomendasikan oleh dua rekomendasi partai yang berbeda.

“Soal ini, tidak ada toleransi. KPU hanya menegakan aturan. Soal siapa-siapa atau pasangan mana yang punya rekomendasi parpol bermasalah, saya kira masyarakat sudah mengetahuinya,” kata Toekan.

Untuk Pilkada serentak di Maluku, dua kabupaten yakni Seram Bagian Timur dan Kepulauan Aru, terdapat dualisme rekomendasi PPP dan Golkar. Di SBT, Partai Golkar versi Munas Bali dan PPP hasil Muktamar Surabaya merekomendasikan pasangan Abdul Mukti Keliobas-Fachri Husni Alkatiri.

Sementara Golkar kubu Agung Laksono atau Munas Ancol dan PPP kubu Djan Faridz hasil Muktamar Jakarta mengusung pasangan Sitti Umuriah Suruwaky-Sjafruddin Goo. Di Pilkada Aru, partai Golkar Munas Bali atau kubu Aburizal Bakrie dan PPP kubu Romahurmuziy merekomendasikan pasangan Wellem Kurnala-Jafaruddin Hamu.

Sedangkan PPP kubu Djan Faridz memberikan rekomendasi untuk pasangan Obed Barends-Elizza Darakay.
Toekan menyatakan, tidak ada lagi perubahan dokumen pencalonan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, baik nama maupun rekomendasi setelah penutupan pendaftaran, 26-28 Juli lalu.”Setelah penutupan pendaftaran, dokumen pencalonan tidak bisa diubah, kecuali pada masa pendaftaran,”paparnya.

Selain itu, lanjutnya, salah satu kubu dari PPP maupun Golkar, juga tidak bisa menarik dukungan atau rekomendasi yang telah diberikan kepada pasangan yang sama tersebut. Perubahan nama maupun pergantian calon juga tidak bisa ditolerir.

“Misalnya ada yang coba menarik rekomendasi, itu tidak bisa dilakukan lagi. Jadi baik pergantian nama calon dan penkocokan pasangan calon, hanya bisa dilakukan setelah pendaftaran. Kecuali pada saat pendaftaran dan dilakukan verifikasi ada calon tak penuhi syarat, baru bisa dikocok atau diganti dengan calon lain,” katanya.

Ia melanjutkan, sesuai pasal 36 ayat 9 dan 10 PKPU noomor 12/2015 tentang pencalonan, pasangan calon yang diusung dua kubu PPP maupun Golkar, tetap ditetapkan sebagai pasangan calon yang sah, kendati sebelum penetapan calon atau sesudahnya, ada keputusan inkracht yang mengesahkan salah satu kubu. Sementara rekomendasi kepada pasangan yang berbeda, secara otomatis ditolak.

“Pasal 36 ayat 9 dan 10 menyatakan bahwa, sekalipun ada putusan inkracht yang mengakui keabsahan salah satu kepengurusan, namun pendaftaran calon yang diawalnya direkomendasikan dua kubu, tetap dianggap sah. Ini karena diberikan kepada pasangan yang sama,”jelasnya.

Salah satu Tim sukses pasangan Sitti-Goo (Sus-Goo), Abas Rumadan, mengatakan, pihaknya tetap menghargai keputusan KPUD terkait rekomendasi ganda PPP dan Golkar. Hanya saja, kata dia, KPUD SBT maupun Provinsi Maluku harus segera melakukan koordinasi langsung dengan DPP dua partai tersebut untuk memastikan kubu yang sah mengikuti Pilkada.

“Kalau KPUD menyatakan menolak rekomendasi dua kubu PPP dan Golkar yang diberikan kepada pasangan berbeda, itu benar, karena sesuai dengan edaran KPU RI. Tapi mengapa sampai berbeda, itu yang harus dikoordinasikan ke DPP oleh KPUD SBT. Sehingga kepastian rekomendasi itu diberikan kepada yang mana,”kata Rumadan.

Menurut dia, Golkar dan PPP punya hak diakui oleh undang-undang untuk mengikuti Pilkada serentak. Sehingga tidak adil bila digugurkan atau tidak diakomodir sebagai peserta Pilkada di SBT maupun Aru.

“Jadi, meskipun pasangan kami sudah memenuhi persyaratan, hanya pasangan kami juga sudah mengikuti proses di kedua partai itu. Harapan kami, kedua partai itu bisa diakomodir di Pilkada,”pintahnya.

Tim pasangan calon yang coba dihubungi, tidak menjawab pertanyaan wartawan hingga Koran ini dinaikan. Baik untuk Pilkada SBT, Aru, Buru Selatan maupun Maluku Barat Daya.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!