Dugaan Tender Arahan di Unpatti – Ambon Ekspres
Trending

Dugaan Tender Arahan di Unpatti

Fakultas Kedokteran

Terendusnya  praktik tebang pilih dalam tender proyek pembangunan lanjutan gedung Fakultas Kedokteran di Universitas Pattimura (Unpatti)  menunjukkan  proyek-proyek yang dilakukan untuk pengembangan fakultas tersebut selalu menyisahkan masalah. Aparat penegak hukum dan petinggi di Unpatti diminta  tidak memelihara kebiasaan tersebut.

Sudah beberapa kali proyek gedung milik fakultas Kedokteran terindikasi bermasalah. Bahkan, ada diantaranya yang sudah dibawa ke ranah hukum. Sebut saja, kasus dugaan mark up anggaran serta  proyek fiktif tahun 2014.

Saat ini,  lanjutan pembangunan yang berlokasi di desa Poka tersebut memasuki tahap ketiga  dengan nilai di atas  Rp 20 milyar. Tapi, kembali tercium praktik rekayasa oleh pihak tertentu untuk menguasai proyek tersebut. Itu dilakukan dengan menetapkan rentang waktu tender yang singkat. Padahal, proyek bernilai milyaran  seharusnya  ditangani oleh perusahaan yang berpengalaman. Dan itu bisa diperoleh bila pengumuman tender disebar luaskan dan dalam waktu yang tidak singkat.

Sumber Ambon Ekspres di lingkungan Unpati menyebutkan, pembantu III rektor Unpatti Adrian Bandjar dipercayakan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen  (PPK) dalam proyek di sana, termasuk proyek di fakultas kedokteran.  Namun, saat dikonfirmasi tentang lanjutan pembangunan gedung fakultas kedokteran, Bandjar belum bersedia memberikan penjelasan.

“Saya lagi di luar kota. Nanti saya kembali dulu, agar tidak salah  memberikan penjelasan,” singkat  Banjar via seluler, kemarin.

Ditunjuk sebagai ketua panitia  tender proyek  lanjutan pembangunan gedung tersebut adalah  Adrians Izaak Latupapua. Namun, hingga berita ini naik cetak, Latupapua tidak berhasil dikonfirmasi.

Ketua Dewan  Pimpinan Wilayah (DPW)  Indonesia Investigasi Korupsi (IIK) Maluku Faisal Yahya Marasabessy mengemukakan, indikasi adanya permainan dalam proses tender proyek tersebut harus disikapi secara serius oleh pimpinan universitas. Jangan sampai nasib proyek lanjutan tersebut sama dengan pembangunan pada tahap sebelumnya yang banyak mendapat sorotan hingga masuk ke ranah hukum.

“Ini akibat pengawasan yang kurang baik. Pimpinan di Unpatti harus punya rasa tanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan proyek di sana. Sebab, yang digunakan adalah uang negara, yang diperuntukkan untuk menunjang aktivitas kuliah,” ujarnya.
(MAN)

Most Popular

To Top