Curi HP, Marcel Dibogem Warga – Ambon Ekspres
Metro Manise

Curi HP, Marcel Dibogem Warga

AMBON, AE— Seorang pemuda berinisial ML alias Marcel (22), terpaksa diamankan polisi. Pasalnya, dia tertangkap tangan hendak mencuri telepon genggam alias HP di dalam rumah warga Soabali, Kecamatan Nusaniwe, Rabu (12/8) sore. Selain gagal mendapat barang curian, Marcel justru mendapat “hadiah” bogem mentah dari warga.

Marcel yang bermukim di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau ini, tertangkap tangan oleh korban, Delfika Rumagiar (17). Beberapa  warga yang saat itu ada di lokasi dan mengetahui perbuatan pelaku langsung menangkap pelaku. Dia kemudian diserahkan kepada aparat kepolisian.

Kasubbag Humas Polres Ambon, Iptu Meity Jacobus membenarkan kejadian itu. Menurut dia, peristiwa ini bermula saat pelaku menyambangi rumah korban tanpa diketahui. Saat itu korban sendirian dan sementara mencuci dibelakang rumah.

Namun, nasib pelaku tidak beruntung. Saat mengambil dan membawa HP, korban yang hendak memasuki kamarnya mengetahui keberadaan pelaku yang bersembunyi dibalik pintu. ‘’Korban sempat menanyakan keberadaan pelaku dan dijawab sedang sembunyi dari kejaran orang. Namun ternyata pelaku sudah duluan membuang dua unit HP bermerek Oppo dan Blackberry milik korban ke atas kasur. HP itu diambil pelaku dari atas lemari. Akhirnya pelaku ditangkap warga,” tutur Meity.

Dijelaskan, saat ditangkap, pelaku sempat dianiaya warga. Korban juga sempat melaporkan kejadian ini ke polisi. ‘’Polisi yang mendapatkan laporan langsung bergegas dan mengamankan pelaku. Kini pelaku diamankan di Polres Ambon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandas dia.

Menurut mantan Kanit Laka Lantas Polres Ambon ini, dalam pemeriksaan pelaku juga sudah mengakui dihadapan penyidik hendak melakukan pencurian. Pelaku juga mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi serupa di sejumlah tempat berbeda. “Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Dia juga mengaku kalau sudah beberapa kali melakukan pencuriaan seperti ini dan kebanyakan itu dilakukan di rumah warga atau di kos-kosan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 262 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Meity. (ERM)

Most Popular

To Top