Kinerja Walikota Belum Maksimal – Ambon Ekspres
Trending

Kinerja Walikota Belum Maksimal

AMBON, AE— Pembangunan di Kota Ambon belum seluruhnya merata. di beberapa daerah masih terisolasi dan minim infrastruktur maupun berbagai akses pelayanan lainnya. Ini luput dari perhatian pemerintah. Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), hanya satu dari sejumlah tempat yang masih jauh tertinggal.

Akses jalan yang sebelumnya menjadi perjuangan warga Leitisel memang sudah dibangun. Namun belum adanya trayek khusus untuk sarana angkutan kota yang disediakan bagi warga disana, membuat jalan tersebut nyaris tak ada gunanya. Menyangkut pelayanan kesehatan, PDAM, hingga tempat penampungan sampah, masih luput dari perhatian pemerintah. Padahal Kecamatan Leitisel merupakan 1 dari 5 Kecamatan di Kota Ambon.

“Selama ini terlihat cukup maksimal walau tidak secara keseluruhan. Memang banyak yang sudah diraih pemerintah dan dirasakan masyarakat seperti ADIPURA dan lainnya. Namun, masih ada beberapa yang perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah. Seperti sarana dan parasarana khususnya bagi warga yang mendiami Kecamatan Leitisel, agar mereka bisa terfasilitasi oleh pemerintah,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Ambon Daerah Pemilihan (Dapil) Leitisel, Christian Latumahina Kepada Ambon Ekspres ketika dihubungi, Rabu (12/8).

Politisi asal NasDem ini menilai, sarana dan prasarana pastinya menyangkut biaya atau anggaran terkendala dalam APBD Kota Ambon. Pemerintah kota membutuhkan dana besar untuk proses pembangunan yang bukan saja untuk Kecamatan Leitisel, tetapi untuk seluruh wilayah Kota Ambon secara bertahap.

“Kami selalu dipertanyakan terhadap persoalan infrastruktur. Ada sekitar 8 negeri/desa di Leitisel yang menginginkan agar pemerintah bisa segera memfasilitasi sarana dan prasarana di Leitisel. Jika ada yang masuk dalam wilayah pemprov, maka harus selalu berkoordinasi. Karena ini menjadi kebutuhan vital warga sekitar,” jelasnya.

Selain itu, Latumahina mengaku, ada temuan yang sama dalam reses dan peninjauan ke masyarakat Leitisel. Masyarakat banyak menginginkan agar pemerintah bisa lebih memperhatikan sarana dan prasarana disana. Dan yang lebih terpenting soal pelayanan kesehatan di Leitisel yang hingga kini masih minim akan tenaga kerja bidan maupun perawat yang ditempatkan di beberapa puskesmas disana.

“Puskesmas disana sudah berkurang bidan maupun perawat. Dan hampir tidak ada Karena tidak ada sarana angkutan kota antara Ambon ke Ema di Leitisel sana. Juga soal penerangan jalan juga masih minim. Padahal ini sangat dibutuhkan,” terang Latumahina.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Ambon Riduan Hasan menilai, kinerja Pemkot selama ini layaknya melanjutkan sisa pembangunan dari walikota sebelumnya. Dimana memperbaiki apa yang belum terselesaikan pada masa periode sebelumnya.

“Pasca dipimpina Richard Louhenapessy dan Sam Latuconsina, ibarat menyelesaikan pekerjaan Walikota sebelumnya yaitu Jopi Papilaya pada periode lalu. Artinya Papilaya hanya membangun dan Richard menyelesaikan selama kurang lebih 4 tahun ini,” kata Riduan.

Politisi asal PBB ini melihat, bahwa selama ini kinerja pemerintah kurang maksimal yang disebabkan koordinasi maupun penempatan Satuan Perangkat Kerja Daerah atau SKPD tidak tepat. Sehingga banyak pekerjaan yang putus di tengah jalan.

“Ada beberapa SKPD yang harus melakukan koordinasi untuk bisa menyelesaikan pekerjaannya. Seperti kita lihat ketidakseriusan di bagian pemerintahan menyangkut revisi 03 dan 13 tentang pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian raja. Ternyata hingga kini pada faktor perubahan pelaksanaan itu belum dimasukan. Ini menunjukan ketidakseriusan dari pemerintah terhadap tupoksi yang mereka pegangi,” beber Riduan.

Begitupun dengan persoalan kemacetan dan penataan para pedagang yang hingga kini selalu menjadi sumber kemacetan di sekitar wilayah pasar tradisional Kota Ambon, yang semestinya menjadi perhatian serius dari pemerintah lewat SKPD terkait. Hingga berbagai akses jalan yang belum diperbaiki dan masih menjadi pemicu kecelakaan.

“Semoga ada upaya dari pemerintah untuk melihat hal itu. Dan jika Richard dan Sam Latuconsina terpilih untuk periode berikutnya, bisa menjawab semua keinginan terbesar dari warga Kota Ambon. Sehingga pembangunan bisa merata,” pintanya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Ambon Ary Sahertian menambahkan, kinerja pemerintah kota terlihat cukup maksimal terhadap pembangunan. Namun ada beberapa keterbatasan anggaran yang membuat beberapa daerah masih minim akan infrastruktur.

“Kita secara kelembagaan tidak semata-mata untuk menilai pemerintah. Tetapi kita tetap bersama-sama melaksanakan seluruh program untuk pembangunan dan untuk masyarakat. Tapi kita lihat sekarang ini beberapa yang belum bisa dijawab pemerintah dan pembangunan akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Politisi asal PKB ini menambahkan, pastinya ada perhatian dari pemerintah terhadap pembangunan walaupun secara bertahap. Karena menurutnya, proses pembangunan oleh pemerintah tetap sama.“Jadi tidak semua kecamatan dibangun serentak dari sisi pendapatan daerah juga kecil. Prinsipnya nantinya akan dinikmati oleh semua masyarakat. Jadi sementara pemkot dan DPRD melihat proses itu kedepan,” tutupnya.
(ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!