Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Minim – Ambon Ekspres
GMGM

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Minim

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku, melalui Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), mengadakan workshop peningkatan mutu layanan pendidikan PK – LK Dikdas tingkat Provinsi Maluku tahun 2015.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Bapeda Kabupaten/Kota, dan Kepala SLB Kabupaten/Kota, kemarin.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Hadi Sulaiman, mengatakan dinas yang dipimpin Saleh Thio ini terus menggalakan kegiatan seperti ini guna memastikan anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh pendidikan selayaknya anak-anak normal.

Karena pendidikan bagi mereka melalui sekolah luar biasa, pendidikan inklusif, serta pendidikan layanan khusus. ‘’Semuanya ini dalam rangka meningkatkan angka partisipasi sekolah bagi anak berkebutuhan khusus. Apalagi, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Maluku masih sangat terbatas (minim). Selain itu minimnya guru pembimbing khusus maupun sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. Kalaupun ada

guru, kebanyakannya guru umum, sehingga kondisi ini sangat berpengaruh terhadap pelayanan pembelajaran peserta didik (siswa),” ungkapnya.

Minimnya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ini terlihat dari jumlah sekolah yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota, hanya baru berada di Ambon, Maluku Tengah (Malteng), Maluku Tenggara Barat (MTB), dan Buru.

Sedangkan yang lainnya seperti Seram Bagian Timur (SBT), Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya (MBD), Buru Selatan (Bursel), dan Kota Tual, belum ada sekolah luar biasa, sehingga menjadi kesulitan bagi anak – anak berkebutuhan khusus dalam mengikuti pendidikan.

‘’Kondisi ini tentu berdampak negatif terhadap ekspetasi pemerintah dan masyarakat Maluku, guna menghadirkan anak berkebutuhan khusus di Provinsi ini,’’ tandasnya.

Dia juga menegaskan, ini merupakan permasalahan yang sangat serius, untuk itu perlu didiskusikan melalui workshop, hingga seluruh kabupaten/kota secepatnya pro aktif membenahi semua yang berkaitan dengan sekolah luar biasa.

”Saya berharap, workshop ini dapat berlangsung sukses dan berdampak positif bagi pengembangan pendidikan di Provinsi tercinta ini,” tandasnya. (PRO1)

Most Popular

To Top