TNI: Itu Bukan Anggota Kami – Ambon Ekspres
Trending

TNI: Itu Bukan Anggota Kami

Soal Kelompok Bersenjata di Siri-Sori Amalatu

AMBON, AE— Kodam XVI/Pattimura memastikan, kelompok bersenjata yang menyerang dan menyandera dua warga Siri-Sori Amalatu, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, bukan anggota TNI. Mereka menduga ada warga sipil bersenjata yang mencoba mendiskreditkan institusinya. Tapi untuk kepentingan apa, tidak dijelaskan pihak TNI.

al ini disampaikan Komandan Kodim 1504 Pulau Ambon Letnan Kolonel Infanteri indramawan. Dia menegaskan, pihaknya akan terus membantu  kepolisian  mengejar para pelaku kejahatan yang selama ini mengganggu situasi dan kondisi masyarakat yang berada di kecamatan tersebut.

Mantan Komandan Batalyon 734/Lorlabay ini, memastikan para kelompok bersenjata yang kemarin menyandera warga Siri-Sori Amalatu itu, bukan dari anggota TNI, melainkan warga sipil yang sengaja menggunakan pakaian TNI berupa celana loreng dan sepatu bone.

“Kami pastikan itu, yang pertama karena dari keterangan warga, senjata yang digunakan itu bukan senjata yang di pakai TNI. Kemudian pemakaian loreng untuk melakukan tindakan itu, seolah ada mensikreditkan TNI. Dan ini yang akan kita basmi,” terangnya.

TNI dalam waktu dekat akan merazia seluruh atribut TNI yang digunakan oleh masyarakat.
“Kami akan lakukan swiping pakaian loreng dan atribut TNI dari masyarakat, yang tidak berhak menggunakan pakain tersebut. Dan itu juga sudah merupakan perintah dari pimpinan. Masyarakat juga kami berharap agar jangan terprovokasi dengan isu maupun informasi yang dapat menyesatkan. Kami tetap membeck up polisi untuk menuntaskan kasus ini,” tutupnya.Aparat kepolisian dari Polsek Saparua dan polres Pulau Ambon dan Pp Lease, yang dibantu oleh aparat BKO TNI serta Brimob, sendiri hingga kini masih terus memburu para pelaku penyanderaan terhadap dua warga Siri-sori Amalatu itu. Dua warga ini diduga disandera, Selasa (11/8). Kelompok ini juga menyerang warga.

Siapa kelompok ini, polisi belum mengetahuinya. Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ajun Komisaris Besar polisi komaruz Zaman, menjelaskan polisi sudah  langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), guna memastikan tindakan kelompok tersebut.

Dari pemeriksaan beberapa warga termasuk diduga korban penyanderaan, polisi langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan insiden tersebut. “Saksi-saksi sudah kami periksa. Jumlah saksinya saya lupa namun lebih dari tiga orang. saksi itu diperiksa di Polsek Saparua, tadi malam, Rabu (12/8). Sementara untuk kejadian itu masih kita dalami lagi,” jelasnya.

Pria yang sementara tengah mengikuti apel Kasatwil, dalam rangka pengamanan Pilkada Desember mendatang ini mengatakan, dari keterangan para saksi, belum ada yang  menjurus kepada identitas dari kelompok bersenjata itu.

“Keterangan masih simpang siur karena keterangan saksi ada yang berbeda-beda. Namun kami terus melakukan penyelidikan termasuk memburu para pelaku itu. Belum ditemukan titik terang untuk mengetahui siapa kelompok bersenjata yang meneror warga itu,” katanya.

Meski belum menemukan titik terang, mantan Kapolres Pulau Buru ini mengaku, polisi bekerjasama dengan TNI, masih berada di kawasan hutan, guna mengejar para pelaku itu. “Personil gabungan Brimob dan TNI BKO, termasuk juga Koramil dan Polsek masih kejar orang-orang pengecut itu,” tegasnya.

Terkait  kolompok bersenjata yang menggunakan pakaian loreng, pria dengan dua melati dipundaknya itu, mengaku belum bisa mengomentari lebih jauh, karena masih dalami penyelidikan. “Pengguna loreng masih kita dalami,” pungkas dia.(AHA)

Most Popular

To Top