Bupati/Walikota Diminta Tindaklanjut Surat Gubernur – Ambon Ekspres
Pendidikan

Bupati/Walikota Diminta Tindaklanjut Surat Gubernur

Soal membaca 15 Menit

Gubernur Maluku, Said Assegaf pada puncak Acara Gerakan Maluku Gemar membaca (GMGM) telah mengeluarkan sebuah surat edaran bagi Bupati/walikota se-Maluku yang menganjurkan agar seluruh instansi dan lembaga pendidikan sebelum beraktivitas dimulai dengan membaca selama 15 menit.

Sebuah surat yang datang dari Gubernur Maluku tidak boleh dianggap remeh. Pasalnya itu sebuah instruksi yang memberikan motivasi bagi pimpinan di 11 kabupaten/kota dan merupakan sebuah ajakan agar membaca mulai dibudayakan diseluruh elemen masyarakat.

“Kami menilai surat yang dikeluarkan Gubernur Maluku, Said Assegaf menunjukan keseriusan gubernur memecahkan salah satu masalah pendidikan di Maluku,” ungkap Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Wilayah Maluku, Ahmad Bilal Tuhulele saat disambangi di kediamannya di Tantui Kapaha Ambon, Jumat (14/8).

Kualitas pendidikan, terutama sumberdaya manusia di Maluku dalam kategori terpuruk dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Program GMGM merupakan salah satu gerakan yang menawakan solusi bagi perbaikan kualitas sumber daya manusia Maluku.

Hal inipun diakui Tuhulele. “Program GMGM yang awalnya dimotori Harian Ambon Ekspres dan kemudian bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku merupakan sebuah solusi yang tepat ketika seluruh mata tertutup, Ameks melihat dengan membaca solusi terbaik memperbaiki kualitas manusia maluku,” puji sembari menunjuk jempolnya atas program GMGM.

Hanya saja, alumni FISIP Unpatti itu memberikan sebuah warning bagi Bupati dan Walikota se-Maluku agar surat edaran yang disampaikan Gubernur perlu diresponi serius. Bila perlu Bupati/walikota memberikan contoh dimulai dari ruangan kerja Bupati dan walikota.

“Kita berharap agar Bupati dan Walikota tidak mengabaikan surat tersebut, jangan menggangap sebagai administrasi belaka, tetapi mulai menunjukan contoh membaca dengan mengajak staf di ruang kerja masing-masing,” sarannya.

Dia menegaskan, bila gerakan ini kemudian hari tidak terlihat dampaknya di daerah maka patut dipertanyakan komitmen bupati dan walikota dalam membangun pendidikan dan kualitas manusia di daerah yang dipimpinnya.

“Bila gerakan ini tidak ditindakalanjuti oleh bupati dan walikota maka saya meminta Gubernur dengan segala kewenangan dapat memberikan sanksi ataupun keputusan politik lain sehingga menjadi pelajaran karena tidak memiliki niat membangun Maluku secara umum dan kabupaten/kota yang dipimpin secara khususnya,” desaknya. (SAT)

Most Popular

To Top