Gainau dan Obed Terancam Gugur – Ambon Ekspres
Trending

Gainau dan Obed Terancam Gugur

AMBoN,AE— Kendati telah melakukan verifikasi dan penelitian berkas pasangan calon bupati dan wakil bupati, namun Komisi Pemilihan Umum belum menyampaikannya ke publik. Sementara itu, dua pasangan calon untuk Pilkada Aru, yakni Abraham Gaianu-Jafruddin Hamu dan Obed Barends-Eliza Daraky terancam gugur dari bursa pencalonan.

Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Aru, Victor Sjair, mengatakan, kendati tahapan penelitian berkas telah selesai, namun pihaknya belum bisa memastikan pasangan yang lolos dan tidak. Pasalnya, sesuai jadwal dna tahapan, pengumuman hasil penelitian dan penetapan merupakan satu kesatuan.

“Jadi kita belum bisa sampaikan siapa yang lolos dan tidak lolos. Karena, sesuai PKPU nomor 2/2015 tentang tahapan, program dan jadwal, hasil verikasi dan penetapan calon pun merupakan satu kesatuan. Nanti kita plenokan pada 24 Agustus,”kata Victor via telepon, Jumat (14/8).

Victor mengaku, pihaknya baru menerima himbauan dari KPU Republik Indonesia terkait dengan PKPU nomor 2/2015, bahwa tidak ada jadwal pengumuman hasil penelitian dan perbaikan berkas pasangan calon. Padahal menurut rencana, akan disampaikan ke publik pada 14 Agustus.

“Yang jelas, sementara kita masih lakukan verifikasi faktual dan penelitian administrasi. Jadi berkas-berkas pencalonan maupun syarat calon yang telah diverifikasi secara administrasi, KPU dan Panwaslu menindaklanjuti dengan verifikasi faktual,”katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Maluku, Musa Toekan, menyampaikan hal senada, saat dikonfirmasi via seluler, tadi malam.”Kan di dalam jadwal dan tahapan, tidak ada pengumuman soal verifikasi dan hasil penelitian berkas pasangan calon. Jadi nanti tanggal 24 baru diumumkan,”kata Musa.

Musa menambahkan, tidak ada perintah dari KPU RI kepada KPUD di daerah yang menyelenggarakan Pilkada untuk tidak mengumumkan hasil perbaikan berkas dan pasangan yang memenuhi syarat dan tidak. Pasalnya, kata dia, tahapan untuk menentukan TMS atau memenuhi syarat (MS) telah selesai di masa perbaikan 4-7 Agutus.

“Tidak ada itu, karena memang tidak ada dalam jadwal dan tahapan. Hasil perbaikan dan penetapan calon akan dilaksanakan pada 24 Agustus. Tahapan TMS dan MS itu sudah selesai. Sekarang adalah tahapan penentuan siapa yang lolos dan tidak,”tambahnya.

Dia melanjutkan, dalam masa 15-23 Agustus, adalah penelitian perbaikan syarat dukungan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari jalur perseorangan.”Jadi nanti kita lihat saja tanggal 24,”ungkapnya. 3
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, menyebutkan, Pilkada Aru berpontensi hanya diikuti dua pasangan calon yakni, Wellem Kurnala-Asis Goin yan direkomendasikan PDIP, PAN dan Hanura, sertaJohan Gonga-Muin Segalrey yang diusung Nasdem, PKS, dan Demokrat. Dua pasangan Gaianu-Jafruddin Hamu dan Obed Barends-Eliza Daraky terancam gugur dari bursa pencalonan.

Terancamnya kedua pasangan tersebut, karena tak memenuhi persyaratan pencalonan, setelah rekomendasi Golkar dan PPP dipastikan ditolak. PPP kubu Romahurmuziy dan kubu Djan Faridz mengeluarkan rekomendasi yang berbeda.

Kubu Romy memberikan rekomendasi PPP (2 kursi) kepada pasangan Obed-Eliza. Selain PPP, pasangan ini juga diusung PKB (3), sehingga total 5. Namun, kini rekomendasi PPP juga telah ditolak.

Sementara pasangan Gainau-Hamu diusung oleh Golkar dua kubu, yakni Aburizal Bakrie dan Agung Laksono (3 kuris). Namun, pada saat pendaftaran 4 Agutus hingga pengembalian berkas 7 Agustus, rekomendasi Golkar kubu Agung tidak ditanda tangani ketua DPD Golkar Aru. Pasangan ini juga direkomendasikan Partai Gerindra (2 kursi). Kini, mereka terancam gugur setelah rekomendasi tetap ditolak oleh KPU.

“Sampai tanggal 7 Agutus pukul 12.00 (malam), sudah dimasukan perbaikan berkas. Dan ternyata, rekomendasi kubu Agung tidak ditanda tangani ketua DPD Golkar Agung kabupaten Aru. Dan itu diketahui oleh wartawan dan masyarakat ada saat itu,”ungkap ketua Panwaslu Aru, Moksen Sinamur, tadi malam via seluler.

Setelah pendaftaran, lanjutnya, berita acara penerimaan oleh KPU, juga telah disampaikan ke Panwaslu untuk diteliti. ”Dan setelah kami teliti, tidak ada tanda tangan dari DPD Golkar Aru AGung di Aru,” ungkapnya.
Namun, saat dikonfirmasi, ketua KPU Aru Victor Sjair, enggan berkomentar panjang.“Soal itu, KPU tidak berpendapat seperti itu. KPU berpendapat berdasarkan pleno tanggal 24 Agustus. Kita mau mendahului,” tandasnya.

Disinggung soal rencana laporan ke PTUN dan DKPP oleh Partai Golkar kubu Agung Laksono, kata dia, pihaknya tetap menghargai upaya tersebut. Dia juga mengaku siap jika diadukan kedua lembaga tersebut.

”Kita tetap menghargai upaya itu. Tapi kan sampai saat masih dalam proses oleh pihak yang merasa dirugikan. Kita siap menghadapi proses hukum di PTUN maupun sidang etik di DKPP,”paparnya.
(TAB)

Most Popular

To Top