Gesitnya Kelompok Bersenjata – Ambon Ekspres
Trending

Gesitnya Kelompok Bersenjata

AMBON,AE— Hingga kemarin, polisi belum berhasil mengidentifikasi kelompok bersenjata yang melakukan penyerangan dan penyanderaan  warga Siri Sori, Amalatu,  kabupaten Maluku Tengah. Mereka tampak gesit, dan muda sembunyi dari kejaran aparat keamanan. Sementara itu, sudah lebih dari lima saksi dari warga Siri Sori Amalatu yang diperiksa polisi. Namun tak satupun dari keterangan saksi yang bisa mengungkap kelompok ini.

parat Kepolisiaan Polres Pulau Ambon dan Pp.Lease, yang dibantu oleh Anggota TNI, belum juga berhasil mengetahui Para pelaku berkelompok pembawa senjata Api itu. “Pasukan  kita masih bekerja di lapangan, kita juga belum tau apa maksud dan tujuan dari kelompok ini. Yang jelas ini provokator yang sengaja bermain dibalik semua ini untuk memperkeruh keadaan,” ungkap wakil Kepala kepolisiaan Polres Pulau Ambon dan Pp.Lease Kompol Hendrick Eka Bahalwan, Jumat (14/8).

Berbagai upaya telah dilakukan, ada sejumlah warga yang sudah dimintai keterangan, namun pihak kepolisiaan berdalih, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap sejumlah saksi itu tidak ada satu pun yang mengarah pada pelaku.

”Ada lima orang saksi yang sudah kita mintai keterangan, warga Siri-Sori Amalatu juga yang ada dilokasi kejadiaan saat itu, namun tidak ada titik terang untuk mengarah ke pelakunya. Karena kelompok ini memakai karpus (penutup muka). Semuanya jadi tidak dikenali secara jelas,” katanya.

Soal apakah aksi teror itu ada hubunganya dengan kelompok tertentu, dirinya belum memastikan. Disebutkan semuanya masih dalam tahapan proses. ”Kita masih dalami. Semua  tenang, diharapkan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan ini. Serahkan saja dulu kepada aparat keamanan untuk bekerja menuntaskan kasus ini,” serunya.

Direktur Ambon Reconciliation and Mediation Center (ARMC) IAIN Ambon, Abidin Wakano mengatakan sangat disayangkan,  pada masa pembangunan perdamaian di Maluku yang semakin baik ini, masih ada kelompok tertentu yang ingin mengadu domba  masyarakat. “Kuncinya di masyarakat. Jangan terprovokasi,” ingatnya via seluler, kemarin.

Siapa kelompok tersebut dan apa kepentingan mereka?  Wakano enggan berspekulasi. Yang pasti, menurutnya mereka adalah kelompok yang berambisi untuk menganggu kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Sepertinya mereka tidak senang kalau keamanan di Maluku  ini membaik. Padahal pembangunan perdamaian  sudah berlansung dengan sangat baik. Sayang juga kalau masih  ada yang ingin memperkeruh suasana,” ungkapnya.

Wakano mengatakan masyarakat  tidak perlu terpengaruh dengan aksi-aksi tersebut. Serahkan semua kepada aparat keamanan. Disamping itu, masyarakat harus selalu berpartisipasi dalam menjaga kondisi keamanan, melaporkan setiap tindakan orang-orang yang ingin merusak  kondisi keamanan.

Wakano berharap aparat keamanan bergerak lebih cepat mengungkap dan menangkap kelompok tersebut. Serta mengungkap motif dibalik upaya mereka untuk mengganggu kondisi keamanan di sana.

Langkah itu, lanjutnya diiringi dengan razia terhadap kepemilikan senjata. Bila ada masyarakat sipil yang menyimpan senjata api dalam bentuk apa pun harus disita, dan masyarakat harus terbuka dalam menyampaikan informasi tentang kepemilikan senjata api.

“Bila semua pihak, kita bersinergi, maka peluang-peluang mereka (provokator) bisa kita persempit. Sehingga, kalau ada masyarakat yang masih menyimpan senjata api, sebaiknya diserahkan kepada aparat keamanan,” ujarnya. (ERM/MAN)

Most Popular

To Top