Korupsi, Dosen Unpatti Divonis 3 Tahun – Ambon Ekspres
Trending

Korupsi, Dosen Unpatti Divonis 3 Tahun

AMBON,AE— Mantan Dekan Fakultas Ekonomi(Fekon) Universitas Pattimura (Unpati), Latief Kharie, dijatuhi vonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim Tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri (PN) Ambon. Selain Kharie, majelis hakim juga menjatuhkan vonis kepada mantan bendahara pengeluaran, Carolina Hahuri.

Vonis Hahuri lebih ringan dari Kharie, karena hanya dihukum 1 tahun 6 bulan penjara. “Mengadili, menyatakan perbuatan terdakwa Latief Kharie maupun Carolina Hahury, terbukti secara sah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dakwaan subsider pasal 3, “ucap majelis hakim saat membaca amar putusannya.

Sidang putusan yang dipimpin hakim ketua RA Didi Ismiatun SH, didampingi hakim anggota Heri Leliantono SH dan Edy Sepjangkaria SH, dalam putusannya menyatakan, perbuatan Kharia maupun Hahury, terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama.

Selain dihukum penjara, kedua terdakwa juga dihukum membayar denda sebesar Rp 50 juta, subsider 2 bulan kurungan. Para terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti, masing-masing, Latief Kharie harus membayar Rp 882.688.741.

Sementara Hahury diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 488.189.741 juta. Dengan ketentuan, apabila dalam jangka waktu 1 bulan para terdakwa belum membayar uang pengganti, maka harta benda akan disita. Atau, jika harta benda tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara untuk Kharie 8 bulan, dan Hahury 4 bulan.

Menurut majelis hakim dalam pertimbangan hukumnya, perbuatan terdakwa dalam pengelolaan dana PNBP Unpatti tahun 2011-2013 sebesar Rp 3 Miliar lebih, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1.243 Miliar. Kerugian negera itu timbul dari adanya kwitansi fiktif dari pembelian alat tulis dan kantor (ATK) dan sejumlah belanja lainnya, di tahun 2011 dan 2012.

Kemudian, pemberian uang melalui transfer rekening dari terdakwa Carolina Hahury kepada terdakwa Latief kharie sebesar Rp 400 juta lebih tidak dapat dipertanggungkawabkan secara keseluruhan.

Pertimbangan lainnya, terdakwa Latief Kharie yang saat itu menjabat sebagai pembantu dekan Fekon merangkap PPK, bersama Carolina Hahury, dalam mengelola dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Fekon telah menyalahgunakan wewenangnya.

Hal itu, sesuai dengan tuntutan JPU berdasarkan dakwaan Subsider, melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999, jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor, pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Putusan yang dijatuhkan majelis hakim, lebih ringan dai tuntutan JPU. Karena sebelumnya, JPU meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan kepada terdakwa Latief Kharie. Sementara bendaharanya dituntut 2 tahun penjara.

Pihak penasehat hukum terdakwa, usai mendengar putusan, menyatakan pikir-pikir sebelum menempuh langkah hukum selanjutnya. Begitu juga dengan JPU Marvie de Queljoe cs.

Hamzah Wakano, Penasehat Hukum para terdakwa sangat menyesalkan putusan majelis hakim terhadap kliennya. Karena menurutnya, kebijakan Latief Kharie dalam pengelolaan dana PNBP Fekon Unpatti mempunyai dampak positif bagi civitas perkualiahan di Fekon.

“Kebijakan yang diambil, hanya semata demi kepentingan pendidikan. Dan kebijakan itu, berupa pembelian asesoris maupun keperluan fakultas, telah dinikmati oleh mahasiswa dan dosen Fekon,“ teranganya.

Wakano juga menambahkan, majelis hakim tidak memperhatikan apa yang sudah dilakukan oleh Latief Kharie selama ini. Karena kebijakan yang diambil olehnya, terbukti dapat mendorong kemajuan Fekon. “Apalagi, putusan hakim terkait uang pengganti terhadap kedua klien kami. Karena uang pengganti itu, sudah berwujud menjadi fasilitas fekon,“ pungkasnya.

Sementara kedua terdakwa tampak sangat kecewa dengan putusan yang dijatuhi oleh majelis hakim. Hal itu terlihat dari wajah Kharie yang seperti tidak menyangka bakal dihukum 3 tahun. Terdakwa lain, mengucurkan air mata. “Tuhan tahu apa yang saya perbuat. Karena itu demi kebaikan pendidikan,“ ucap Kharie.
(AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!