Para Pengibar Bendera dari Daerah – Ambon Ekspres
Trending

Para Pengibar Bendera dari Daerah

AMBON,AE— Memperingati hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus, ratusan pelajar di seluruh Maluku turut ambil bagian sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibra tingkat provinsi. Demi sang saka merah putih, mereka rela digembleng oleh TNI selama berhari-hari.

Edward Edison Labok (16), merasa senang dan terharu kala ditetapkan sebagai salah satu dari dua pelajar se-kabupaten Kepulauan Aru untuk menjadi anggota Paskibra provinsi Maluku. Di sekolahnya, dia ditunjuk oleh pembina OSIS mengikuti seleksi tingkat kabupaten.

“Pertama saya gugup. Tetapi saya bangga ketika ditetapkan sebagai salah satu dari dua orang siswa yang mewakili Aru untuk menjadi Paskibraka,”kata Edward yang kini duduk di kelas 2, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI, Dobo, seusai mengikuti gladi kotor di Wisma Pemuda, Karang Panjang, Jumat (14/8).

Kendati berada di pelosok Dobo, Edward punya cita-cita menjadi anggota Paskibraka nasional tahun 2015. Namun asa itu tak tercapai. ”Saya juga ikuti seleksi Paskibra di pusat. Tapi karena tidak lolos, makanya sampai ditingkat provinsi saja,” kata Edward, sambil mengaku seleksi tingkat kabupaten hanya dilakukan selama 3 hari.

Lain dengan Genoveva Elisa JS Susanto (15).  Genoveva mengatakan, seleksi Paskibra tingkat kabupaten dilakukan selama 3 hari. Sebanyak 67 orang dari 11 sekolah di Maluku Tenggara Barat (MTB) yang mengikuti seleksi. Seperti pelajar lain yang terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), Genoveva merasa bangga dan senang.

“Perasaan saya sangat senang, bercampur sedih. Karena tidak disangka, saya bisa lolos dan mewakili kabupaten MTB untuk menjadi Paskibra 17 Agutus 2015,” kata siswa kelas XI SMA Negeri Unggulan Saumlaki itu.

Tak ada aral berarti selama proses latihan. Hanya saja, dia mengaku, proses latihan hingga terpilihnya sebagai wakil MTB, berjalan cepat.  “Sulitnya saat tes Kesemaptaan, karena belum terlalu banyak latihan. Latihan hanya beberapa hari, langsung mengikuti seleksi tingkat kabupaten. Jadi mendadak. Tapi syukur, saya bisa lolos,”tutur gadis hitam manis itu.

Sebagai pelajar dan anak muda, Genoveva punya asa bagi Indonesia diusia yang ke-70 tahun ini. Pengorbanan untuk menjadi generasi muda yang bermanfaat bagi negara dan bangsa, kata dia, bisa dimulai sebagai anggota Paskibra.

“Pastinya, negara ini harus lebiah baik lagi. Untuk itu dibutuhkan pengorbanan, tenaga maupun waktu. Saya akan melakukan yang terbaik demi nama Indonesia, Maluku, kabupaten MTB, sekolah dan nama orang tua,”tandasnya.

Kasih Kinanti Adi Putri (16) yang mewakili kabupaten Seram Bagian Timur, mengungkapkan, sebanyak 60 orang pelajar yang mengikuti seleksi yang berlangsung sehari. Mereka dilatih Baris berbaris, fisik, kesehatan dan pengukuran tinggi badan.

Apa perasaan anda, ketika dinyatakan lolos? ”Tidak bisa disampaikan dengan kata-kata. Namun yang pasti, sangat bangga. Karena, ini merupakan pertama kalinya saya dipilih sebagai Paskibra tingkat provinsi. Bahkan sampai saya nangis, karena terharu,” katanya.

Menurut siswa kelas 2 SMA Negeri 1 Bula itu, generasi muda Indonesia saat ini, harus menghargai dan menghormati pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Keikutsertaan dia sebagai anggota Paskbra provinsi, bisa menjadi kontribusi rasa cintanya yang terhadap tanah air Indonesia.

“Mungkin dengan keikutsertaan saya sebagai salah satu anggota Paskibra, bisa menginspirasi saya untuk menjadi anak muda yang bisa membanggakan Indonesia dan para pahlawan yang telah gugur di medan perang demi memperjuangkan dan mempertahankan Indonesia dari penjajahan,” ungkap Putri.

Pelatih Paskibra Provinsi Maluku tahun 2015, Sersan II Barnabas Lamere, mengatakan, tidak ada kendala yang dihadapi saat melatih anggota Paskibra. Hanya saja, dia dan 7 pelatih lainnya sedikit sulit menyatukan karakter anak-anak yang berasal dari sekolah dan daerah yang berbeda-beda.

“Tidak ada kesulitan berarti soal latihan. Namun, kita terkendala untuk menyatukan persepsi dan karakter. Karena calon Paskibra ini, diambil dari setiap sekolah tingkat kabupaten/kota,”kata Babinsa di Koramil 02 Sirimau itu.

Olehnya itu, hal pertama yang dilatihnya adalah pembentukan karakter dan mental sebanyak 54 anggota Paskibra. Pelatihan dilakukan selama 3 minggu.”Jadi mereka sudah siap untuk mengibarkan sang saka merah putih tanggal 17 Agustus nanti,”kata Lamere yang mengaku sudah dua kali menjadi pelatih Paskibra di tahun 2015 dan 2015.

Untuk upacara penaikan bendera pada Senin 17 Agustus nanti, Paskibra dibagi menjadi dua, yakni pasukan Nusa yang diwakili oleh SMA Negeri 2 Ambon dan pasukan Bangsa dari SMA Negeri Saumlaki, Maluku Tenggara Barat.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!