Pelajar SMK 3 Waiheru Ditusuk – Ambon Ekspres
Metro Manise

Pelajar SMK 3 Waiheru Ditusuk

AMBON, AE— Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Waiheru berinisial RH (15) warga Galunggung, Kecamatan Sirimau, terpaksa harus menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Tantui. Pasalnya, dia ditusuk senjata tajam jenis pisau oleh seseorang yang dikenalinya berinisial AS, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Ambon.

Insiden berdarah ini terjadi pada Kamis (13/8) kemarin. RH ditusuk dibagian punggung sebelah kirinya tepat di kawasan Lapangan Bola Hatukau, Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau. Saat itu korban sementara melintas dengan sepeda motornya, sekira pukul 12.30 WIT. Dia melintasi kawasan tersebut untuk mengantarkan adiknya mengerjakan tugas sekolah di rumah temannya.

Penikaman itu dilakukan AS sebanyak satu kali yang mengakibatkan dirinya terluka sedalam satu centimeter dengan tiga kali jahitan oleh tenaga medis RS milik polisi tersebut. Saat menikam korban, pelaku juga menggunakan sepeda motor.

Dari keterangan RH di Unit Gawat Darurat (UGD) RS ketika ditemui, jika pelaku yang menikamnya tersebut merupakan seorang siswa SMA 11. Rumah pelaku juga di kawasan Galunggung. “Saya kenal pelakunya, namanya AS tinggal dilorong Sangkur kawasan Galunggung,” terangnya saat sedang duduk di ruang UGD.

Awalnya korban usai mengikuti jam sekolah dan hendak pulang ke rumahnya. Korban terlebih dahulu menjemput adiknya di SMA 13 Ambon. Setelah menjemput adiknya, korban lantas hendak kembali ke rumah. Namun adiknya tersebut menyuruh korban untuk mengantar dirinya ke rumah temannya. ‘’Saat melintas dikawasan SMA 11, kami bertemu pelaku sedang berjalan. Pelaku kemudian mengerjar saya dari belakang sampai di lapangan bola. Disitu saya ditikam dan pelaku langsung lari,” katanya.

Beruntung pisau yang digunakan pelaku tidak kena sasaran vital. Korban baru sadar ketika merasakan perih dan darahnya telah bercucuran keluar. Pisau yang digunakan pelaku saat itu juga masih menancap di punggungnya.

“Saya tidak merasakan kalau saya terluka. Saya baru tahu setelah merasakan sakit dan pinggul sudah berdarah. Saya sendiri yang mencabut pisau itu. Pisau itu sepertinya pisau dapur. Soalnya tangkainya dari plastik seperti yang biasa dijual di pasar,” terangnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Ambon, Iptu Meity Jacobus membenarkan insiden tersebut. Dia juga menyampaikan jika pihaknya masih mengejar pelaku. “Insiden itu benar. Keluarga korban juga sudah membuat laporan polisi. Kami juga masih mengejar pelaku sebagaimana keterangan korban,” kata Meity.
(ERM)

Most Popular

To Top