Warga Negara Belanda Ikut Ujian Kenaikan Tingkat di Tapak Suci – Ambon Ekspres
Olahraga

Warga Negara Belanda Ikut Ujian Kenaikan Tingkat di Tapak Suci

Boos : Saya Suka Pencak Silat

AMBON, AE.—Anouk Boos (19), bule asal negeri kincir angin, Belanda yang baru satu minggu tinggal di Maluku (Kota Ambon) tertarik untuk belajar ilmu beladiri asli Indonesia, pencak silat.

Hal tersebut dibuktikannya dengan bergabung bersama perguruan silat Tapak Suci(TS) yang bermarkas di SMK Muhammadiyah, Kota Ambon.

Kepada Ambon Ekspres, Boos menuturkan, sebenarnya, ketertarikannya kepada cabor silat sudah satu tahun lalu. Kala itu, saya datang ke Ambon saat liburan sekolah. Setelah melihat siswa-siswi berlatih di perguruan ini (TS) dan melihat silat khas Indonesia, langsung tertarik.

’’ Makanya saya langsung tertarik untuk belajar silat di sini (Ambon),’’ katanya Boos usai ujian ke kenaikan tingkat di perguruan TS yang berlangsung di Lapangan Merdeka, kemarin petang.

Boos mengaku sudah tiga kali ke Ambon. Dia sangat tertarik setelah melihat seni asli di Indonesia, berupa silat. Menurutnya, di negara asalnya jenis beladiri seperti ini tidak ada.

’’ Saya ingin belajar banyak tentang silat sehingga ketika kembali ke Belanda, saya ingin tularkan cabor ini kepada anak-anak Belanda,’’ ucapnya dengan bahasa Indonesia yang masih terbata-bata.

Dia menambahkan, setelah mulai belajar seni dan kebudayaan Indonesia terutama Maluku yang melekat adat ketimuran, dirinya berharap agar bisa tinggal lebih lama.’’ Saya baru lulus sekolah (SMA) dan saya berharap bisa tinggal lama di sini, agar bisa lebih mendalami adat istiadat serta kebudayaannya,’’ harapnya.

Wanita berdarah Ambon ini menyampaikan harapannya, dengan banyak belajar kebudayaan di Maluku khusunya dan Indonesia umumnya, bisa dibawah dan dikembangkannya di negara asalnya.’’ Kalau seni beladiri silat, apabila sudah benar-benar menguasai, saya akan mengajarkannya ilmu seni beladiri tersebut di Belanda,’’ tutup dia.

Ridwan Betaubun, pelatih perguruan TS menyampaikan apresiasi terhadap warga negara asing yang tertarik belajar seni beladiri silat ini.’’ Kalau untuk belajar seni beladiri di TS, memang terbuka secara umum dan tidak terbatas dengan usia.

Jadi siapa pun dan dari kalangan mana pun kalau tertarik untuk belajar, kami akan selalu terbuka,’’ terang dia.’’ Nah, kalau Boos selalu belajar silat di sini (TS) saat datang liburan dan dia mulai serius beberapa minggu terakhir,’’ beber dia.

Kemarin, kata Betaubun, si Bule, panggilan akrab Boos telah menjalani ujian kenaikan tingkat dari kuning dasar ke melatih cokelat.’’ Alhamdullah, dia lulus ujian kenaikan tingkat. Materi berupa ilmu TS, fisik, mental hingga tes jurus tunggal, berhasil dia tuntaskan secara baik,’’ kata Betaubun.

Sekum IPSI Kota Ambon ini menambahkan, Boos tidak sendiri melakoni ujian itu. Ada 31 pesilat dari perguruan Tapak Suci mengikuti ujian kenaikan tingkat.’’ Kegiatan ini kami lakukan selama tiga hari (selasa-kamis).

Kami akan upayakan secara rutin untuk menjaga motivasi pesilat dalam meningkatkan kemampuannya masing-masing,’’ jelasnya.’’ Kami juga beryukur perkembangan Tapak Suci di Kota Ambon berjalan maksimal,’’ tutup Betaubun.
(ZAL)

Most Popular

To Top