Ahmad Wahyudi Marasabessy, Pemain Maluku yang Trial di MU – Ambon Ekspres
Trending

Ahmad Wahyudi Marasabessy, Pemain Maluku yang Trial di MU

Ketemu Wayne Roney sampai Nonton Laga ‘Iblis Merah’

Nama Evan Dimas belakangan kian ramai diperbincangkan masyarakat sepakbola Indonesia. Itu tak lain karena  pemain muda bertalenta itu ke Spanyol untuk menjalani trial bersama salah satu klub kasta kedua, yakni UE Llagostera. Tapi, masih ada satu nama anak Indonesia asal Maluku lagi yang sedang meniti karier di ‘Benua Biru’.

Remaja asal Maluku itu adalah Ahmad Wahyudi Marasabessy. Kapten dari tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Maehanu Tulehu itu mendapat kesempatan  trial ke klub raksasa Inggris, Manchester United. Proses cukup panjang harus dilalui pemain kelahiran 2 Maret 2000, itu sebelum terbang ke Britania Raya.

Secara umum, definisi trial adalah proses di mana seorang pemain mendapat kesempatan untuk unjuk kemampuan terbaiknya di suatu klub dengan harapan untuk mendapatkan kontrak permanen. Biasanya pemain yang menerima undangan tes bakat tersebut telah dipantau secara khusus dalam kurun waktu tertentu, namun ada juga yang melalui hubungan khusus misalnya melalui kerjasama antar Federasi Sepakbola, klub, agen pemain maupun lembaga khusus.

Yudi, mulai mengenal sepakbola sejak berusia sepuluh tahun. Kemampuannya mengolah bola bermula di SSB Maehanu. Dia berlatih dibawah asuhan Rahman Ohorella. Dengan kemampuan yang dimiliki putra pertama dari pasangan Ahmad Marasabessy dan Suratin ini, berhasil membawa timnya memenangi berbagai kejuaraan sepakbola. Mulai dari UPTD Salahutu Cup, Jhon Mailoa hingga Futsal Perindo Cup 2015.

Remaja kulit sawo matang ini juga ikut mengangkat prestasi SMA 1 Salahutu di ajang Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tingkat Provinsi Maluku (2013) dengan menjadi peringkat pertama turnamen itu. Dia juga ikut memperkuat tim Maluku untuk ajang PON Remaja 2014.

Kesempatan trial ke MU akhirnya datang setelah pemain berpostur 163 cm itu mengikuti seleksi menuju Inggris di Pulau Dewata, Bali dua bulan lalu. Dari 56 pemain yang melakoni proses itu, tujuh orang dinyatakan lolos, termasuk Yudi. Bukan hanya itu, dia juga menyandang status pemain terbaik.

Kini, Yudi bersama enam rekannya telah bertolak ke Inggris untuk mengikuti trial akhir pekan kemarin. Walau dengan segala keterbatasan, dia berjanji akan maksimal saat di Inggris.” Alhamdulilah, setelah mengikuti proses yang cukup panjang dan berkat dukungan semua pihak, saya bisa berangkat untuk berlatih dan mewujudkan mimpinya bertemu idolanya Wayne Rooney,” jelas Yudi kepada penulis sebelum bertolak menuju Bandara Pattimura akhir pekan lalu.

Alumni SD Negeri 8 Tulehu dan MTs Negeri Tulehu ini mengungkapkan,  cita-cita terbesarnya adalah membahagiakan kedua orang tuanya. Segala upaya dan kerja kerasnya menjadi juara di setiap pertandingan hanya untuk keluarganya. ” Ingin jadi pemain terbaik, ingin bertahan lebih lama di Inggris, biar bisa membahagiakan kedua orang tua,” ungkapnya sambil tersenyum.

Siswa yang duduk dibangku kelas I SMAN  itu pun siap apabila nanti memang dipanggil untuk memperkuat timnas Indonesia.” Itu (timnas) adalah cita-cita saya sejak kecil. Semoga saya bisa mendapat kesempatan membela ‘Merah Putih’,” ungkapnya.

Yang membuat dirinya senang saat ini, adalah manajemen klub MU memberikan tiket nonton gratis kepada mereka untuk menyaksikan secara langsung pertandingan antara ‘Iblis Merah’ (julukan MU) kontra Newcastle United pada 22 Agustus mendatang.” Bukan hanya berlatih di Manchester United Soccer School (MUSS), namun  kami akan menyaksikan langsung laga antara MU dengan Newcastle United. Itu yang membuat saya senang,” tutup Yudi.

Rahman Ohorella, Pelatih SBB Maehanu, percaya gelandang 15 tahun itu bisa sukses menjalani trial di Inggris. Namun, Ohorella  memberikan catatan untuk anak asuhannya itu.” Tergantung bagaimana dia akan beradaptasi dengan sepakbola Eropa. Anda tidak boleh menunggu. Anda harus kuat untuk bisa menjadi pemain terkenal di Eropa.  Yudi juga harus punya talenta untuk melakukannya,” jelas Ohorella.

Bagi Ohorella,  Yudi bakal menjadi salah satu pemain  masa depan sepakbola Indonesia.” Yudi punya talenta untuk menjadi pemain bintang. Dia pemain yang disiplin. Itu adalah syarat penting untuk menjadi pemain hebat,” tegasnya.

Ohorella berharap banyak pemain muda asal negeri ini yang bermain di luar negeri demi karier yang lebih bagus.” Semakin banyak, semakin bagus. Karena peraturan klub sepakbola di Indonesia, dan tingkat disiplin, kurang memadai,” kunci Ohorella.

Hal senada juga dilontarkan oleh Ahmad Marasabessy, ayah Yudi. Menurutnya, anaknya punya kualitas namun dia harus bermental kuat. ”Semoga trial ini bisa  menjadikan dia sebagai pemmain proofesional,” ucapnya.

Ahmad pun berharap, anaknya bisa kerasan di Inggris dan menjadi inspirasi bagi para pesepakbola muda di Indonesia (Maluku). ”Saya berharap Yudi jadi batu loncatan bagi pemain muda yang ingin merumput di Eropa. Jika dia benar-benar bergabung dengan MUSS, saya ingin pemain muda berbakat Indonesia menyusulnya untuk ke Eropa,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhammad Ali Nahumarury, Kepsek SMAN 1 Salahutu merasa bangga karena ada siswa dari sekolah ini diberi kesempatan untuk belajar sepakbola di Inggris (MU). ”Dengan keterbatasan yang dimiliki, namun dia bisa mewujudkan mimpi untuk terbang ke Inggris dan berlatih bersama klub raksasa Liga Primer Inggris, Manchester United,” kata Nahumarury.

Orang nomor satu di SMAN 1 Salahutu itu pun berjanji akan memberikan kemudahan bagi Yudi dalam proses pendidikannya. ”Kami akan memberikan kemudahan kepadanya. Bukan hanya itu, penghargaan hingga beasiswa akan kami berikan kepadanya. Ini bagian dari bentuk perhatian kami terhadap siswa-siswi berprestasi,” demikian Nahumarury.

Semoga Ahamad Wahyudi Marasabessy (Tulehu, Maluku), Marcellius Fanmakuni (Alor, NTT), Jero Pratama (Padang), Robert Yawan Bedes (), I Kadek Dwi Kurniawan (Tabanan, Bali), Pamungkas Budi Wibowo (Solo, Jawa Tengah) dan  Ayub Abdul Aziz (Semarang, Jawa Tengah) bisa mewujudkan mimpi mereka sebagai pesepakbola professional. (****)

Most Popular

To Top