GAMKI Ancam Segel Kantor Demokrat – Ambon Ekspres
Trending

GAMKI Ancam Segel Kantor Demokrat

AMBON, AE— Pemecatan Max Pentury dari kepengurusan DPD Partai Demokrat Maluku, mulai mengundang perlawanan. Bukan hanya oleh Pentury secara pribadi. Namun juga dari organisasi dimana dia dipercayakan sebagai ketua, yakni Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Maluku yang mengancam menyegel kantor dan memboikot aktivitas Demokrat.

GAMKI Provinsi Maluku punya sejumlah alasan mengenai sikap mereka. Salah satunya, DPD Demokrat Maluku dipimpin Jacobus Puttileihalat sebagai ketua dan Roy pattiasina selaku sekretaris, telah membohongi ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan informasi yang tidak benar soal kinerja Pentury.

“Kami meminta DPD Demokrat Maluku untuk memberikan keterangan resmi terkait penjelasan atas proses reshuffle dalam jangka waktu 1×24 jam. Jika tidak dipenuhi, maka kami akan mengorganisir seluruh potensi pemuda Kristen untuk menduduki dan melakukan penyegelan terhadap kantor DPD Demokrat. Bahkan memboikot aktivitas Demokrat di daerah ini,” bunyi salah satu poin pernyataan sikap yang disampaikan wakil ketua Bidang Penataan Anggota DPD GAMKI Provinsi Maluku, Pieter Katayane, saat memberikan keterangan pers di kantor DPD GAMKI Maluku, Rabu (19/8),

Pieter menegaskan, DPD GAMKI telah melakukan penelusuran terhadap proses revisi kepengurusan DPD Partai Demokrat Maluku sesuai (SK) DPPP Partai Demokrat nomor 90/SK/DPP.PD/DPD/VII/2015 tanggal 21 Juli 2015. Hasilnya, sangat tidak professional dan jauh dari aspek mekanisme prosedural konstitusional partai demokrat sendiri.

Sesuai poin (1) konsideran menimbang dalam SK DPP PD nomor 90/SK/DPP.PD/DPD/VII/2015, disebutkan bahwa ada surat DPD PD Maluku nomor 02/DPD.PD/MAL/I/2015 tanggal 30 Januari 2015, perihal resposisi pengurus. Padahal, Demokrat Maluku kata Pieter tidak pernah melakukan rapat internal.

“Dari hasil penelusuran kami, DPD PD Maluku tidak pernah melakukan rapat pengurus. Apalagi dipimpin oleh ketua DPD Jacobis Puttileihalat. Justru rapat DPD Demokrat dengan agenda reposisi pengurus baru dilakukan tanggal 30 Juli 2015 di rumah makan Panorama, Karang Panjang, kecamatan Sirimau. Hal ini berarti, DPD PD Demokrat Maluku telah membohongi SBY selaku ketua umum dengan informasi yang sesat dan manipulasi administrasi,”kata dia.
Sementara pada konsideran menimbang, tutur Pieter, disebutkan bahwa sehubungan dengan poin (1), maka dalam upaya peningkatan kinerja roda organisasi DPD PD Provinsi Maluku, dipandang perlu untuk dilakukan revisi susunan kepengurusan. Alasannya, untuk peningkatan kinerja roda organisasi.

Alasan tersebut, akui Pieter, sangat tidak rasional. Karena selama ini, Max Pentury yang dipercayai sebagai wakil ketua I sebelum reshuffle, menunjukan kinerja yang baik. Bahkan, rapat dan agenda penting Demokrat, Pentury yang mewakili ketua DPD Demokrat Jocobus Puttileihalat untuk memberikan sambutan.

Wakil ketua Bidang Politik, Jimmy Papilaya menambahkan, bila revisi kepengurusan dengan dalih peningkatan kinerja, maka sangat tidak sinkron dengan isi SK tersebut. Pasalnya, dalam susunan kepengurusan Demokrat sesuai SK tersebut, ada fungsionaris atas nama Ny Odilia Lily Jambormias, yang merupakan ketua bidang pemberdayaan perempuan, telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Selain itu, GAMKI juga menemukan, dalam lampiran SK (yang tidak diberi nomor), salah satu kepengurusan Majelis Partai yakni Drs P Puttileihalat, yang merupakan adik kandung ketua DPD Demokrat Maluku adalah Aparat sipil Negara (ASB) di lingkup pemerintahan kabupaten Seram Bagian Barat. Bagi kami, hal ini sangat memalukan jika Demokrat merekrut ASB sebagai pengurus. Dan ini sangat memalukan,” ungkap Jimmy.

Atas berbagai persolan tersebut, GAMKI Maluku menduga telah terjadi proses transaksional antara DPD Partai Demokrat Maluku dengan oknum DPP agar memuluskan proses manipulasi kepada pimpinan Demokrat pusat untuk membunuh karakter Pentury di Demokrat.

Terhadap realitas itu, GAMKI Maluku menilai DPD Demokrat telah melakukan pelecehan terhadap simbol organisasi GAMKI yang diwakili oleh Pentury.”Kami sangat tersinggung dan marah atas perusakan atau penghinaan yang dilakukan oleh Partai Demokrat terhadap simbol organisasi kami. Max Pentury sebagai ketua DPD GAMKI Maluku adalah simbol organisasi yang bernilai komitmen dan perjuangan,” papar ketua DPC GAMKI Kota Ambon, Yani Kainama.

Selai  itu, mereka juga tetap melakukan perlawanan hingga pihak-pihak yang terlibat atau mengatur proses ini tumbang dari posisinya, dan mendapat  ganjaran sebagai mestinya. ”Termasuk Bob Puttileihalat dan Roy Pattisina,” katanya.

Ditambahkan, GAMKI Maluku juga meminta DPP GAMKI agar secara bersama menyurati DPP Partai Demokrat untuk mempertanyakan apa urgensi melakukan reshuffle kepengurusan dan mengorbankan Pentury.

Fungsionaris DPD Partai Demokrat Maluku Arnes Sopacua, saat dikonfirmasi tidak memberikan komenter terkait ancaman tersebut.”Saya belum bisa berikan komentar. Saya belum tahu soal ancaman itu,” singkat Sopacua via telepon.

Sementara itu, ketua DPD Demokrat Maluku Jacobus Puttileihallat dan wakil sekretaris Melkyas Frans belum dapat dihubungi. Sms yang dikirimkan juga tak dibalas hingga berita ini naik cetak. (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!