Delapan Bulan Staf Ahli Belum Digaji – Ambon Ekspres
Amboina

Delapan Bulan Staf Ahli Belum Digaji

AMBON, AE.—Sejak Januari 2015 hingga Agustus 2015, sekitar 9 staf atau tenaga ahli fraksi DPRD Ambon belum dibayarkan gaji. Padahal, tenaga ahli fraksi ini telah ditetapkan berdasarkan keputusan Sekretaris DPRD Ambon Nomor 9 tahun 2014, yang ditetapkan pada 29 Desember 2014.

Ke 9 tenaga ahli fraksi tersebut diantaranya 7 fraksi utuh dan 2 fraksi gabungan yakni tenaga ahli Fraksi PDI-P Alambarcis Pelupessy, Fraksi Golkar Korneles Lakotany, Fraksi Gerindra Chrisostomus Gottfried Hutubessy, Fraksi Demokrat Mohammad Sayuti Lubis, Fraksi PPP Muhammad Riza Bahaweres, Fraksi Hanura Debora Noya, Fraksi NasDem Rolly de Kock, Fraksi Kebangkitan dan Persatuan Indonesia Julius Mataheru dan tenaga ahli Fraksi Keadilan Nasional Yoan Fautngilyanan.

Salah satu tenaga ahli Fraksi NasDem, Rolly de Kock kepada Ambon Ekspres mengatakan, sudah memasuki 8 bulan masa kerjanya sebagai tenaga ahli hingga kini belum juga dibayarkan hak-haknya.

Padahal, kata dia, sudah dijanjikan pada bulan Juli 2015 lalu (jelang Idul Fitri) akan segera dibayarkan. Namun, hingga kini gaji mereka masih terkatung-katung.

“Sebelum lebaran katanya mau dibayarkan tetapi ditunda hingga kini belum dibayar. Jadi dari Januari hingga Agusutus 2015 sudah 8 bulan belum dibayar,” ungkap de Kock di DPRD Ambon, Senin (24/8)

Ketika disinggung soal berapa nominal gaji yang dijanjikan tiap bulannya, dia mengaku belum mengetahui secara pasti. Karena sebelumnya tidak diberitahu berapa gaji yang harus diterima tiap bulan. Bahkan, nominal gaji pun tak disebutkan dalam SK yang telah ditetapkan.

“Makanya di SK tidak dijelaskan berapa nominal gaji yang dibayarkan kepada kita. Belum juga ada kejelasan soal gaji dari ketua fraksi. Kita tidak tahu apakah sudah dibahas atau belum. Jadi 9 staf ahli belum menerima gaji selama 8 bulan bekerja,” bebernya.

Menurutnya, sebagaimana dimaksud sesuai tugas yakni mengkaji dan menganalisis perkembangan pembangunan sosial, ekonomi dan politik di Kota Ambon. Dan memberi masukan sebagai referensi kepada fraksi dalam rangka pelaksanaan fungsi DPRD Ambon berdasarkan hasil pengkajian dan analisa yang dilakukan.

“Kita selama ini menggunakan uang pribadi. Kadang ketua fraksi sering kasih. Tapi kalau bisa secepatnya. Karena hingga kini belum ada kejelasan,” pintanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Ambon James Maatita ketika di temui mengaku, belum mengetahui secara pasti kapan gaji para tenaga ahli ini akan dibayarkan. Akan tetapi, DPRD akan segera membahas persoalan tersebut bersama seluruh staf ahli fraksi dan juga ketua fraksi yang direncanakan selesai Rapat Peripurna masa sidang II DPRD Ambon.

“Itu saya belum tau pasti. Nanti kita akan bahas selesai paripurna besok (hari ini, red). Karena SK nya kan baru keluar,” singkat Maatita. (ISL)

Most Popular

To Top