Gerindra: Kubu Agung Tidak Etis – Ambon Ekspres
Trending

Gerindra: Kubu Agung Tidak Etis

AMBON,AE— Ketua DPD Partai Gerindra provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa mengatakan, sejak diterimanya dukungan rekomendasi dari kedua kubu Golkar, hanya kubu Aburizal Bakrie yang kooperatif dan melaksanakan isi rekomendasi secara konsekwen sebagai wujud ketaatan atas putusan DPP Golkar.

“Sementara aparatur Partai Golkar versi Pak Agung Laksono khususnya Saudara Paulus Matulameten (DPD I Golkar Maluku versi Pak Agung Laksono) dan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Aru),  tidak mau bekerjasama mengamankan rekomendasi yang sudah ditetapkan kepada pasangan Abraham Gainau dan Jafarudin Hamu dengan alasan yang tidak rasional,” kesal Lewerissa.

Dia memgaku heran dengan pola dan komitmen DPD Golkar Maluku dan DPD Golkar Aru versi Agung Laksono. Menurut dia, praktek mahar politik yang sengaja diminta oleh kubu Agung sangat tidak etis. “Masakan untuk menandatangani berkas pendaftaran saja meminta komitmen finansial yang amat sangat besar dari kandidat? Gila, itu perilaku politik yang tidak beradab,”ungkap dia.

Atas pembegalan rekomendasi Golkar versi Agung, sebut Lewerissa, pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan kepada KPU Kabupaten Aru, untuk menggunakan diskresi (kebijakan) untuk mempertimbangkan rekomendasi dukungan dari kedua kubu sebagai bentuk pemenuhan syarat dukungan. Namun, tak digubris oleh lembaga penyelenggara pemilu itu.

“Tujuannya adalah untuk melindungi keasilan hukum bagi Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Gainau-Hamu. Tetapi penetapan KPU Aru yang menggugurkan pasangan calon tersebut menunjukan, bahwa KPU Aru bekerja dengan kacamata kuda dan seperti robot yang tidak memiliki nurani keadilan hukum,”tandas mantan calon wakil gubernur Maluku 2013 itu.

Atas dasar itu, kata dia, pasangan calon dan partai pengusung akan mengambil langkah hukum. Selain itu, dia juga meminta media massa untuk memberitakan Pilkada Aru secara proporsional.“Langkah ini kami ambil untuk memperjuangkan hak hukum mereka yang dicederai oleh perilaku politik busuk dari aparatur Golkar AL di

Maluku dan juga terhadap KPU Kabupaten Aru. Kami juga meminta media massa lokal untuk juga mengcover berita pilkada Aru secara proporsional, profesional dengan menghormati etika jurnalisme yang berlaku,” pintanya.
DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie sendiri akan memberikan sanggahan kepada Komisi Pemilihan Umum kabupaten Aru yang dalam keputusannya meenggugurkan pasangan Abraham Gainau-Jafrudin Hamu yang diusung Golkar. Sementara itu, Partai Gerindra menegaskan, sikap politik Golkar kubu Agung tak etis, dan tak beradab.

Wakil sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku kubu ARB Piet Manuputty mengatakan, sesuai aturan, partai politik diberikan waktu 3 hari untuk melakukan sanggahan. Namun, Manuputty tak mau menyampaikan alasan sanggahan secara rinci.

“Ada waktu 3 hari untuk sanggah kan. Tidak mungkin yang disanggah saya sampaikan ke publik. Intinya, akan kita lakukan sanggahan terhadap KPU atas keputusannya,” singkat dia saat dikonfirmasi soal arah politik Golkar setelah pasangan yang diusung gugur, Senin (24/8).

Pasangan Gainau-Hamu sebenarnya diusung oleh Golkar dua kubu yang mempunyai 1 kursi DPRD. Hanya saja, hingga batas akhir pengembalian berkas 8 Agustus, DPD Golkar kubu Agung Laksono tak menandatangani dokumen pencalonan. KPU Aru menyatakan, rekomendasi Golkar ditolak.

Selain Golkar, pasangan ini juga didukung PPP versi Muktamar Jakarta (2 kursi) dan Gerindra (4 kursi). Namun, rekomendasi PPP juga dianggap gugur, karena PPP versi Muktamar Suraya justru mendukung pasangan Obed Barends-Elizza Darakay. Kemarin, pasangan ini dinyatakan gugur karena hanya memiliki dukungan 4 kursi dari Gerindra.

Sementara itu, Partai Golkar Maluku kubu Agung Laksono atau Munas Ancol, mengalihkan dukungan ke pasangan Johan Gonga-Muin Sogalrey. Sebelumnya, Golkar kubu Agung juga mengusung pasangan Gainau-Hamu yang tak lolos.

“Karena sampai saat ini tidak ada arahan lain dari DPP, maka kami memberikan dukungan kepada pasangan Johan Gonga dan pasangannya. Sementara untuk pilkada Seram Bagian Timur, kami tetap memberikan dukungan kepada pasangan Sitti Umuriah Suruwaky dan Sjaifuddin Goo,” katanya.
(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!