Sopir Truk Dibui – Ambon Ekspres
Trending

Sopir Truk Dibui

AMBON,AE— Sopir mobil dump truk Johan Sineteis (37), resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik dari Satuan Lalulintas Polres Maluku Tenggara Barat, Senin pagi kemarin. Dia dinilai bertanggungjawab atas tewasnya belasan warga Watmury, Kecamatan Nirunmas, Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

“Dari hasil penyelidikan sementara, dari kecelakaan lalulintas yang terjadi di turunan jalan trans Yamdena Sabtu kemarin, maka pagi tadi (Senin kemarin red), sopir kita jadikan sebagai tersangka,” kata Kapolres Ajun Komisaris Besar Polisi Richard Tatuh, kepada Koran ini, Senin (24/8) kemarin.

Menurutnya, sang sopir dinilai lalai dalam mengemudikan kendaraan tersebut, hingga mengakibatkan belasan nyawa manusia tewas. “Unsur kelalaian itu yang utama. Namun itu masih bersifat sementara karena kami masih terus melakukan pengembangan. Mobil itu sendiri, diduga terguling sekitar beberapa kali sebelum akhirnya berada diluar jalan itu,” jelasnya.

Kini Johan telah dijebloskan ke rumah Tahanan (Rutan) Mapolres MTB, yang terletak di Saumlaki.
Proses penyelidikan guna memastikan motif dibalik peristiwa maut itu, terus dilakukan oleh Satuan lalulitas Polres MTB. “Tadi pagi setelah dijadikan tersangka kemudian sopir langsung kami tahan. Dan sementara ada di rutan Polres. Penyelidikan yang kami lakukan mulai dari awal rem blong itu, jarak berapa meter, kemudian saat itu apakah mobil dalam kondisi laju atau tidak. termasuk juga apakah sopir dalam pengaruh miras atau faktor-faktor lain yang berakibat pada terjadinya laka, semua itu masih didalami dulu,”paparnya.

Proses penyelidikan kata Tatuh, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan meminta bantuan dari Direktorat lalu lintas Polda Maluku, sehingga motif dibalik peristiwa lakalantas tunggal terbesar di MTB itu, bisa diketahui secara pasti.

“Kalau memang diperlukan maka kami akan minta bantuan. Dalam waktu dekat akan kami lakukan olah tempat kejadian perkara.  Sampai saat ini belum ada saksi dari para korban yang dimintai keterangan karena semuanya masih dalam perawatan medis,” terangnya.(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!