Tuasikal Diundang Khusus Kementerian DPDT – Ambon Ekspres
Trending

Tuasikal Diundang Khusus Kementerian DPDT

Jakarta, AE— Untuk kedua kalinya, dua kepala daerah di Maluku diundang khusus menjadi pembicara dalam seminar nasional. Kemarin, Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua menjadi pemateri di seminar yang digelar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal. Sebelumnya, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy diundang pula sebagai pembicara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Seminar dibuka langsung oleh Menteri DPDT, Marwan Jafar, kemarin, di hotel Aryadhuta. Hadir pula, Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang, dan Menteri Kehutanan Siti Nurbaja. “Program transmigrasi bisa menunjang program ketahanan pangan nasional pemerintah. Pasalnya, program transmigrasi tidak hanya sekadar melakukan penyebaran dan pemerataan penduduk akan tetapi juga memaksimalkan potensi alam yang ada,” ungkap Marwan saat membuka seminar tersebut.

Menurut Menteri Marwan, banyak para transmigran yang berhasil meraih kesuksesan, dengan melakukan sinergi dengan masyarakat setempat, Menteri Marwan yakin, para transmigran bisa turut serta memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia dari pinggiran.

“Di beberapa daerah tujuan transmigrasi, peminat sangat banyak. Kalau dicek mayoritas transmigrasi kita sukses. Kita akan bukan lahan seluas-luasnya, ada 12.000 desa yang akan dibuka lahannya, sebagian akan digunakan dalam rangka pemetaan transmigrasi terutama dari perbatasan,” ujar Menteri Marwan.

Menteri asal Pati, Jawa Tengah tersebut mengungkapkan salah satu terobosan yang dibuat dalam program transmigrasi ini salah satunya adalah berkaitan dengan ketahanan pangan dan reforma agraria. “Ada 9 juta ha, yang akan dimanfaatkan dalam distribusi transmigrasi. Kita baru 0,6 juta ha. Ada 0,4 juta ha,” ungkap Menteri Marwan.

Kedepan, imbuh Menteri Marwan, dengan adanya program transmigrasi ada pemerataan penduduk. Membuka tanah yang tersentuh menjadi lahan industri dan ekonomi. “Indonesia luas dan butuh sinergi. semua pihak juga pemda. Semua provinsi ada 614 kawasan transmigrasi. Mulai tahun ini disinkronkan. Dalam rangka membuka lahan,” tandasnya.

Selain membuka lahan, dan penempatan transmigran di daerah perbatasan, para transmigran juga akan ditempatkan di beberapa pulau-pulau kecil dan terluar di Indonesia yang memiliki potensi alam yang luar biasa, sehingga transmigrasi juga bisa menunjang poros maritim yang ditargetkan pemerintah pusat.

Wakil Ketua MPR, Osman Sapta Odang, menilai program transmigrasi harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. “kecewa kalau ada yang melarang transmigrasi, tapi para transmigran juga jangan menyingkirkan putra lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Tuasikal Abua dalam materinya menekankan tentang keberhasilan transmigrasi di Malteng. Program ini, kata Tuasikal, telah mampu mengubah keadaan ekonomi Malteng secara signifikan, baik pada infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakat.

“Program ini telah mampu menciptakan sentra produksi pangan yang menunjang ketahanan pangan di Malteng, khususnya untuk beras, jagung, dan umbi-umbian,” ungkap dia.

Untuk beras, pemerintah Maluku Tengah bertekad menjadikan kawasan Seram Utara menjadi lumbung beras, sentra produksi jagung, dan pangan lokal lainnya. “Tak hanya itu, kita juga menginginkan ada peningkatan pada kualitas produksi jagung agar memiliki daya saing,” kata Tuasikal.

Usai menghadiri seminar itu, Tuasikal mengatakan, kehadirannya sebagai pemateri atas undangan Kementerian DPDT. “Ini terkait dengan transmigran teladan yang berasal dari Maluku Tengah. Kita berharap, Malteng menjadi contoh positif bukan hanya untuk daerah transmigran, tapi semua daerah di Maluku Tengah,” kata dia.(MYX/FIK/tribun)

Most Popular

To Top