Pengganti Sam, Rofik atau Hentihu – Ambon Ekspres
Trending

Pengganti Sam, Rofik atau Hentihu

Walikota: Pemerintahan tak Terpengaruh

AMBON, AE— Setelah wakil walikota Ambon, Sam Latuconsina mendaftarkan diri sebagai calon sekretaris  daerah provinsi  (Sekprov) Maluku, partai pengusungnya bersama Richard Louhenapessy dalam pemilihan walikota-wakil walikota 2012 lalu, mulai mempersiapkan satu nama pengganti Sam. Dari PPP, ada dua nama yang sudah dipersiapkan.

Dua nama itu, masing-masing Rofik Affifudin, dan Arif Hentihu. Rovik adalah Ketua DPC PPP Kota Ambon, sementara Arif Hentihu, menjabat Sekretaris DPW PPP Maluku. Siapa diantara keduanya yang akan diutus partai belum ditentukan. Namun, informasi tak resmi yang diperoleh Ambon Ekspres, Rofik menolak diusulkan menggantikan Sam.

Penolakan ini didasarkan, pada masa kerja pemerintahan Richard-Sam yang hanya tersisa setahun. Disamping, pertimbangan posisinya yang strategis di DPRD Kota Ambon. “Pa Rofik menolak diusulkan,” kata orang dekat mantan Ketua HMI Cabang Ambon ini.

Selain pertimbangan posisinya di DPRD Kota Ambon, Rovik juga sedang digadang-gadang untuk mencalonkan diri menjadi wakil walikota Ambon periode 2017-2022 mendatang. Dia ditandemkan dengan Richard Louhenapessy, atau calon dari PDIP.

Sementara, Arif Hentihu relatif aman. Mayoritas pengurus DPW PPP Maluku, dan DPC PPP Kota Ambon, lebih memilih Arif. Sam juga dikabarkan merestui Arif menggantikan posisinya sebagai wakil walikota Ambon.

Rofik yang dikonfirmasi mengatakan, belum  menyikapi langkah terhadap keputusan Sam Latuconsina, termasuk mempersiapkan figur penggantinya di kursi wakil walikota.  Partai pengusung akan berkonsolidasi setelah menerima surat pengunduran diri dari Sam.

“Ini baru pendaftaran. Dan Beliau juga kan baru mendaftar. Kita belum sampai pada titik itu. Kan belum ada surat pengunduran diri. Kalau sudah ada baru kita bicarakan,” ungkap Rofik di DPRD Ambon, Selasa (25/8).

Ketua Komisi III DPRD Ambon itu mengatakan,  Sam Latuconsina masih tetap sebagai wawali. “Kan harus ada syaratnya jika mengundurkan diri. jadi tidak ada masalah. Kita ikut Undang-Undang nomor 9 tentang Pemerintah daerah. Nanti tergantung Undang-Undang. Kan masih harus dikonsultasikan. Kalau ditetapkan sebagai Sekda itu baru kita bicarakan lagi. Baru kita memikirkan tahapan berikutnya,”  tandasnya.

Walikota Ambon  Richard Louhenapessy mengatakan, restu yang diberikannya kepada Sam Latuconsina didasarkan pada pertimbangan kemampuan Sam yang dinilainya tidak perlu diragukan untuk menjadi Sekprov Maluku.

“Pak wawali ini kan sangat potensial,  kemudian dari segi usia, masih muda. Undang-undang yang baru kan cukup ketat, kalau bisa masih mengabdi di jabatan pemerintahan selaku kepala daerah, itu kan harus berhenti. Oleh karena itu, pada waktu beliau konsultasi lalu menyampaikan rencana untuk menjadi Sekda, saya memberikan dukungan penuh pada beliau,” ungkapnya, Selasa (25/8).

Menyoal  pengaruhnya terhadap roda pemerintahan kota Ambon,  Louhenapessy menegakan, tidak ada masalah.  Pemerintahan akan tetap berjalan lancar dan normal-normal saja. “  Dalam undang-undang, kan  disebutkan bahwa wakil itu adalah pembantu walikota. Hanya membantu, jadi tidak ada masalah,” katanya.

Ketua DPRD kota Ambon James Maatita mengakui, hingga kemarin dewan secara kelembagaan  belum mendapatkan informasi resmi tentang langkah Sam tersebut, namun DPRD  akan bersikap setelah Sam dinyatakan lolos seleksi sekda.

“ Nanti pengunduran itu kan, kalau beliau sudah dinyatakan lolos, ya bisa menyampaikan pengunduran diri ke DPRD juga. Tinggal DPRD mengumumkan dalam rapat paripurna,” katanya.

Kendati demikian,  politisi PDIP itu mengungkapkan DPRD mendukung langkah Sam Latuconsina selama itu tidak melanggar  aturan pemerintahan maupun ASN.  Langkah itu juga dinilaiinya tidak berdampak pada roda pemerintahan kota Ambon.  “Kan tinggal  sekitar satu tahun lagi pemerintahan. Jadi tidak mengganggu. Kami nilai  pak walikota  masih mampu untuk bekerja sendiri,” jelasnya.
(MAN/ISL)

Most Popular

To Top