Kasus Kredit Macet Segera Masuk Pengadilan – Ambon Ekspres
Amboina

Kasus Kredit Macet Segera Masuk Pengadilan

AMBON, AE.—Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku bergerak cepat dalam merampungkan berkas empat tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi kredit macet pada Bank Maluku. Diperkirakan, dalam beberapa hari kedepan empat berkas tersangka tersebut rampung dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Ambon.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia kepada koran ini mengungkapkan, tim JPU sementara menyusun dakwaan empat tersangka dan beberapa berkas lainnya. Berkas-berkas tersebut, nantinya akan dipakai JPU ketika kasus ini telah bergulir di pengadilan. “Masih menyusun dakwaan dan berkas lainnya.

Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan berkas empat tersangka itu sudah dilimpahkan ke pengadilan,” katanya.

Olehnya itu, JPU akan bekerja secara maksimal, guna melengkapi seluruh berkas yang dibutuhkan. Sehingga di pengadilan nanti, jaksa mempunyai bukti yang akurat dan lengkap, guna menjerat para tersangka.

“Kan berkas itu harus disusun dan diperiksa dengan detail sehingga tidak ada yang kurang dan kasus ini dapat dituntutaskan sesuai target yang diinginkan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, tahun 2007 Bank Maluku memberikan kredit kepada PT Nusa Ina Pratama sebesar Rp 4 miliar. Namun sebelum selesai jatuh tempo, pihak bank kembali mencairkan kredit ke perusahaan itu lagi.

Pada tahun 2009, bank kembali menyalurkan kredit ke Nusa Ina Pratama padahal tenggang waktu jatuh tempo belum berakhir.

Jumlah kredit yang dipinjamkan Bank Maluku kepada Nusa Ina Pratama sebesar Rp 12 miliar. Namun pihak perusahaan baru mampu membayar utang kredit tersebut sebesar Rp 2 miliar. Jadi ada Rp 10 miliar yang belum dibayarkan pihak perusahan kepada PT Bank Maluku.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku juga menemukan adanya indikasi pencairan dana kredit yang tidak sesuai dengan aturan dari mekanisme perbankan.

Menurut temuan BPK, jumlah kredit yang bermasalah di Bank Maluku mencapai Rp 31 miliar lebih. Angka ini tidak termasuk kredit macet yang jika dikalkulasikan mencapai Rp 96 miliar.

Dalam kasus ini, penyidik Kejati Maluku menetapkan empat tersangka diantaranya, Erick Matitaputty, Matheos Matitaputty, Markus Fanghoy dan Yusuf Rumatoras. Para tersangka juga telah ditahan di Rutan Klas II A Ambon beberapa waktu yang lalu. (AFI)

Most Popular

To Top