Ketua Kopertis Dipolisikan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Ketua Kopertis Dipolisikan

AMBON, AE— Ketua Kopertis Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, Zainuddin Notanubun resmi dilaporkan ke Polda Maluku. Laporan ini terkait dikeluarkannya surat edaran yang menerangkan bahwa ijazah sarjana yang pakai Baktiar Rivai Payapo yang saat ini menjabat wakil ketua DPRD Seram Bagian Barat adalah ijazah bodong alias illegal.

Pelaporan yang dilayangkan oleh Payapo melaluai kuasa hukumnya,  Fahri Bachmid sesuai dengan nomor laporan polisi. LP/361/VII/2015/SPKT, Polda Maluku. “Kita sudah laporkan ketua Kopertis wilayah XII Maluku dan Maluku, kemudian wakil ketua DPD II Partai Golkar SBB, I Ruspada dan sekertaris DPD II Partai Golkar SBB, Frans Purimahua ke Polda Maluku. Laporan itu terkait pembuatan opini publik yang menuding klien kami menggunakan ijazah palsu, tanpa punya bukti yang mendasar,” jelas Bachmid kepada wartawan di Ambon, kemarin.

Menurutnya, para terlapor itu telah melakukan tindakan yang dapat merusak harga diri dan martabat Payapo. “Laporan itu untuk memastikan omongan dan surat serta tuduhan penggunaan ijazah palsu yang dialamatkan kepada kliean kami. Kami pertanyakan sejak kapan DPD II Golkar SBB memanggil dan meminta klarifikasi dari kliean kami terhadap penggunaan ijazah itu ? Bahkan rapat DPD II untuk mengeluarkan surat ke kopertis itu apakah melalui mekanisme AD/ART partai atau tidak. Banyak hal yang ada dalam laporan kami itu,” katanya.

Untuk kopertis sendiri, kata dia, terlalu cepat dan ceroboh dalam mengeluarkan surat terkait dengan keabsahan penggunaan ijazah Payapo kepada DPD Golkar SBB tanpa melaluai verifikasi faktual ke Universitas Darussalam Ambon. “Ketua kopertis hanya berdasarkan pada pelacakan data mahasiswa pada lama tanpa harus mengecek langsung ke kampus. Padahal data tersebut bisa saja error,” paparnya.

Dikatakan, sesuai data manual di kampus Universitas Darussalam Ambon, Bactiar Payapo secara resmi telah menyelesaikan studinya di kampus tersebut. “Mengikuti segala proses, bahakan klien kami wisuda secara resmi dihadap seluruh mahasiswa dan itu sah. Kami akan mencari kebenaran secara faktual melalui ranah hukum,” tegasnya.

Olehnya itu, dengan penuh keyakinan kata dia, pihak kepolisian akan segara melakukan penyelidikan guna mengungkap kebenaran dari persoalan tersebut. “Kita sama-sama mencari dan menguji kebenaran untuk membuktikan semua itu di mata hukum. Kami percaya polisi akan segera bertindak atas laporan kami itu. Kita lihat saja nanti,” kuncinya. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!