Manfaatkan Limbah untuk Alat Musik – Ambon Ekspres
Pesona Manise

Manfaatkan Limbah untuk Alat Musik

Maluku terkenal dengan beragam suku dan budaya. Keberagaman ini menimbulkan variasi budaya yang beragam pula. Dianataranya, seperti dialek, kuliner, pakaian adat dan juga kesenian daerah.

Kekayaan budaya ini adalah satu kekuatan untuk memadukan musik perkusi dengan suatu budaya yang merupakan bentuk jati diri dari Maluku.

Musik perkusi mulai menjamur di kalangan masyarakat. Perkusi menyajikan alunan musik yang berbeda dalam permainan musik. Eksplorasi dari musik perkusi ini berasal dari komposisi alat musik yang asalnya biasa saja, bahkan alat-alat musik yang digunakan adalah barang-barang bekas yang dimaikan dan menjadi sebuah harmonisasi seni yang sangat luar biasa. Harmonisasi dari berbagai macam karakter alat musik yang berbeda inilah yang menjadikan perkusi semakin hidup dan kaya akan warna.

Kota Ambon, Maluku juga memiliki para musisi-musisi muda yang berbakat dalam memainkan alat musik perkusi, dimana alat musik tersebut hanya berupa, drum, gallon, kaleng susu, plastik dan botol bekas.

Para pemuda yang tergabung dalam The Recycled Percussion ini, menghadirkan musik baru di kalangan masyarakat walau hanya menggunakan barang bekas. Salah satunya, Recycled Percussion Group, Karang Panjang, Kota Ambon.

Dari alat musik tersebut, bisa digunakan untuk berkolabori dengan musik-musik tradisional atau musik tren saat ini. Kolaborasi tersebut melahirkan komposisi musik yang tentunya menjadi suatu semangat kolektif untuk Kota Ambon. Selain itu, dengan menggunakan barang-barang bekas ini sebagai alat musik, tujuan lainnya adalah mengurangi sampah barang-barang bekas yang ada di Kota Ambon.

Perkusi merupakan musik yang mampu memiliki segmentasi pasar dari segala golongan tanpa peduli status sosial, bukan seperti musik jazz, rock, R&B atau musik lain yang penikmatnya identik dari satu jenis golongan. Para musisi muda ini pun tidak perlu merogoh kocek untuk membeli alat-alat musik ini.

Tanpa disadari dengan menggunakan barang-barang bekas tersebut, mereka turut mendukung pemerintah dalam program menciptakan Ambon Bersih di Siang, Terang di Malam Hari.

Dalam aliran musik apa saja tentu tentu bisa mendukung perkembangan musik perkusi ini. Seiring dengan pangsa pasar musik yang tak pernah berhenti untuk dieksplorasikan. Perkusi hadir menemukan ruang sendiri untuk meningkatkan industri musik di Maluku.

Kebebasan dan aliran musik tiap musisi ada pada satu kesepakatan tentu dengan saling menghargai kebebasan dan aliran musik masing-masing musisi sekaligus, menemukan harmoni dan mencapai tujuan. Yakni, kepuasan diri musisi dan juga kepuasan masyarakat sebagai pendengar. (IWU)

Most Popular

To Top