Pembocor, Orang Dalam Bank Maluku – Ambon Ekspres
Trending

Pembocor, Orang Dalam Bank Maluku

Soal Dugaan Mark Up Pembelian Kantor

AMBON, AE— Terungkapnya dugaan mark up harga pembelian gedung Bank Maluku di Surabaya, Jawa Timur, berawal dari persaingan menduduki posisi Direktur Utama bank milik Maluku-Maluku Utara itu. Peniupnya diduga tak lain orang dalam bank tersebut. Dia kecewa, lalu menguapnya duit Rp9 miliar dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku.

“Pelapornya orang di Bank Maluku sendiri,” ungkap sumber Ambon Ekspres. Namun siapa dia, sumber ini mengingatkan Ambon Ekspres untuk tidak membocorkannya. “Anda juga tidak boleh menyampaikannya ke publik. Biar bagaimana pun dia kan melaporkan adanya dugaan tindak pidana,” tambah sumber ini.

Meski di desak, sumber ini menolak menyebutkan, siapa saja yang bakal diperiksa oleh jaksa. “Yang pasti kita lihat saja perkembangannya. Penyelidikan masih terus berjalan,” timpal dia.

Sumber di kejaksaan juga memastikan, akan memeriksa salah satu pejabat penting di Bank Maluku. Dia diduga turut andil dalam proses pembelian gedung kantor bank Maluku di Surabaya itu.

Berdasarkan pengembangan laporan, jaksa menilai pejabat ini turut menyetujui rencana pembelian gedung yang terdapat di Jalan Raya Darmo No. 51 Surabaya itu.

Sumber Ambon Ekspres menyebutkan,  peran pejabat penting ini dibutuhkan. Bukan saja  untuk memberikan bobot legalitas dalam  rencana  pembelian gedung tersebut, disamping pemegang saham. Tapi juga membantu dalam pengurusan pembelian gedung bernilai puluhan milyar itu.

Sementara itu, Wakil ketua DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw, menantang Kejaksaan Tinggi Maluku untuk membuktikan dana Rp1 miliar yang diduga mengalir ke kantong Pansus untuk menghentikan penyelidikan Repo dan dugaan mark up anggaran pembelian gedung baru PT Bank Maluku di Surabaya.

“Soal dugaan adanya dana yang mengalir ke rekening anggota DPRD Maluku untuk penghentian proses ini,  silahkan dia lakukan penyelidikan. Dan saya pastikan hasilnya tidak benar. Kalau tidak benar, akan saya tuntut balik. Karena ini sudah menyangkut nama baik kita,”tandas Rahakbauw.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, pengusutan Revere Repo (Repo) PT Bank Maluku dan mark up anggaran pembelian gedung baru PT Bank Maluku di Surabaya, karena terjadi masalah antara dirinya dan ketua DPRD Maluku, Edwin Huwae belum lama ini. “Kan sebenarnya kita sudah jalan. Hanya karena ada masalah,”katanya.

Diungkapkan, kelanjutan pengusutan persoalan ini, masih menunggu kedatangan Huwae dari Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. Karena lanjut dia, pansus telah dibagi dalam dua tim, yakni tim untuk Revo dan mark up anggaran pembelian PT Bank Maluku.

“Kita tetap akan jalan sesuai dengan hasil rapat pansus pertama, dimana ketua DPRD Edwin Huwae telah memberikan kewenangan kepada saya. Baik Tim Repo maupun tim mark up anggaran pembelian gedung baru PT Bank Maluku-Maluku Utara.  Saya tetap mendorong. Jadi setelah kedatangan pak ketua dari Saumlaki, pembahasan mengenai Bank Maluku, akan kita lanjutkan,” paparnya.

Namun kata dia, kewenangan itu belum disetujui. Olehnya itu, akan dikembalikan ke masing-masing komisi. ”Agar bisa ditentukan  apakah mau jalan sesuai hasil rapat awal yang telah saya buat atau kembalikan kepada komisi untuk tentukan mekanisme kerja yang diatur pimpinan dan ketua fraksi,” kata mantan ketua komis A DPRD Provinsi itu.  (MAN/ARI/TAB)

Most Popular

To Top