Guru Kemenag: Jangan Ada Permainan – Ambon Ekspres
Trending

Guru Kemenag: Jangan Ada Permainan

AMBON,AE— Sempat  gagal mendapatkan hak mereka yang diberikan pemerintah melalui dana daerah terpencil dan khusus pada tahun 2014, yang diduga akibat permaiman oknum pejabat di lingkup kantor wilayah Kementerin Agama provinsi Maluku, sejumlah guru yang mengabdi pada sekolah di bawah Kanwil Kementerin Agama provinsi Maluku   kembali menguji nasib, mengirimkan berkas persyaratan untuk mendapatakan tunjangan tersebut untuk tahun ini.

Para guru yang bertugas di kabupaten SBB itu, sebelumnya, pada tahun lalu telah mengirimkan semua berkas yang menjadi persyaratan untuk mendapatkan dana tunjangan tersebut. Namun, nama-nama mereka ditiadakan dari daftar penerima tunjangan saat itu.

“Padahal, semua syarat sudah kita masukkan. Dan   waktu kita ke Ambon, ke kantor wilayah provinsi   kemudian ke bank untuk mengurus pencairan, ternyata nama kita tidak ada, diganti dengan orang lain, yang jarang masuk sekolah. Aneh kan?” kata salah satu guru, via seluler, kemarin.

Dari cara seperti itu, pihaknya menduga kuat terjadi praktik pilih kasih yang dilakukan oknum pengambil keputusan di lingkup Kanwil Kemenag Provinsi Maluku. Namun, guru yang enggan namanya ditulis ini mengaku tidak tahu pasti siapa yang mengganti nama mereka dengan nama orang lain itu.

“Ya, orang-orang yang urus dana ini. Kan, ada bagian-bagian. Tapi entah pimpinan atau bawahan, kami kurang tahu,” ungkapnya.

Dia berharap, berbagai berkas yang telah disampaikan untuk mendapatkan tunjangan tahun ini, tidak lagi sia-sia.  Pimpinan  dan  staf  Kanwil  Kemenag Maluku yang berwenang dalam penyaluran hak para pahlawan tanpa jasa itu harus  berlaku adil.

Sumber lain menyebutkan, dana tunjangan daerah tertinggal dan khusus bagi para guru tersebut ditangani oleh bidang Madrasah Pendidikan Agama (Mapenda) Kanwil Kemenag Maluku. Saat itu, bidang Mapenda dipimpin oleh Fesal Musaad yang saat ini menjabat kepala Kanwil Kemenag Maluku.

Namun, saat dikonfirmasi, Musaad enggan memberikan penjelasan secara detail. Untuk kepentingan konfirmasi, dapat  dilakukan dengan pimpinan bidang saat ini. “Semua itu ada bidangnya masing-masing. Kalau ada masalah, silahkan konfirmasi ke bidang,” kata Musaad via seluler, kemarin.

Untuk masalah dana terpencil, Musaad mengungkapkan itu ditangani oleh  bidang Madrasah Pendidikan Agama (Mapenda).

Musaad juga tidak mengetahui masalah proposal bantuan pembangunan pagar  Masjid di desa Buano Utara,  kabupaten SBB, sebagaimana diberitakan Koran ini sebelumnya. Masalah proposal untuk pagar Masjid sudah masuk dalam  Tupoksi bidang urusan agama Islam (URAIS). “Jadi, jangan semuanya diarahkan ke saya,” katanya.

Terkait desakan agar kinerjanya dievaluasi oleh menteri Agama, Musaad mengatakan itu hal yang lumrah. Masyarakat berhak untuk mengawasi dan menilai kinerjanya sebagai aparatur negara. Namun, lanjutnya, sejak dilantik hingga saat ini, dirinya telah berusaha untuk terus bekerja maksimal dalam menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu Kakanwil Kemenag Maluku.

“Kami sedang fokus untuk memperkuat kerukunan umat beragama. Dan saat ini saya sedang berada di kabupaten SBT untuk kerukunan ini juga,” katanya.

Hingga berita ini naik cetak, kepala bagian Mapemda t Kanwil Kemenag Maluku,  Jaya serta   kepala bagian Urais,  Fattah  belum berhasil dikonfirmasi. (MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!