Chintya Tengens, Perempuan Maluku Pertama yang Menaklukkan Cartenz Pyramid – Ambon Ekspres
Trending

Chintya Tengens, Perempuan Maluku Pertama yang Menaklukkan Cartenz Pyramid

Bertahan Hidup dengan Membakar Barang Bawaan

Chintya Tengens Kastanya, pendaki gunung dari Maluku yang mencatatkan diri sebagai pendaki wanita pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Cartensz Pyramid di Papua.

Dara manis jebolan SMA Negeri 1 Ambon itu berhasil menaklukkan gunung tetinggi di Indonesia itu pada HUT RI yang jatuh pada 17 Agustus lalu. ”Butuh waktu 12 jam sebelum berada di Cartensz Pyramid. Bahagia ketika berada di puncak,” ungkap Chintya saat menghubungi Ambon Ekspres langsung dari Timika, Papua, kemarin.

Anak bungsu dari pasangan Heygel Tengens dan Hilda Kastanya ini mengisahkan, misi untuk menaklukkan gunung dengan ketinggian 4.884 meter dari permukaan laut (m.pdl) itu sudah dirancang sejak menaklukkan gunung Tambora dua bulan lalu. ”Gunung Tambora di NTB, Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Kinatibu Maluku Utara, Gunung Ciparay di Jawa Barat hingga Gunung Tidar di Jawa Tengah, berhasil saya taklukkan dan Puncak Cartensz di Papua berhasil saya daki,” ucapnya. ”Saya akan tetap berpetualang di alam bebas,” sambung presenter Jejak Petualang di Trans7 ini.

Saat berada di Puncak Cartensz, lanjut dia, tubuhnya langsung letih karena menempuh perjalanan yang cukup panjang. Cuacanya sangat dingin, tidak ada tempat untuk berlindung. Kami terpaksa membakar semua peralatan yang kami bawah, termasuk jaket, celana hingga sepatu. ”Supaya hangat, kami terpaksa membakar barang bawaan. Ini kami lakukan untuk bertahan hidup,” terangnya.” Dari puluhan orang yang mendaki, hanya empat orang yang berhasil menggapai puncak, termasuk saya,” lanjutnya.

Lebih berkesan lagi karena hal itu dilakukan berbarengan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI. Chintya masih menyimpan banyak misi di tahun yang akan datang.” Intinya, puncak gunung bukan untuk ditaklukkan, tapi kami bersahabat dengannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Heygel Tengens (ayah Cinthya) melarangan keras untuk mengizinkan putrinya ikut olahraga di alam bebas itu.” Saya sudah melarang dia, namun wataknya cukup keras sehingga saya tidak bisa berbuat apa-apa,” bilangnya.

Walau begitu, Tengens yang juga Ketum IPSI Kota Ambon ini  selalu mengingatkan kepada anaknya untuk berhati-hati dalam beraktivitas, karena bermain di alam bebas resiko untuk cedera sangat besar. ”Puji Tuhan, setiap misi yang dia jalani selalu berhasil sesuai rencana,” pungkasnya.
(***)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!