JPU Banding Putusan Korupsi KM Wetar – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

JPU Banding Putusan Korupsi KM Wetar

AMBON, AE.—Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Saumlaki, akan menempuh langkah hukum banding, terkait putusan kasus korupsi proyek docking KM Wetar. “Kami akan menempuh upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Maluku dalam kasus korupsi proyek KM Wetar.

Karena, menurut kami putusan majelis hakim kepada dua terdakwa, yakni kontraktror Tedja Thomas Wullur dan Plt Kepala Kantor Unit Penyelanggara Pelabuhan Klas II Saumlaki, Margaretha Limlimwelat tidak sesuai dengan tuntutan kami,“ ungkap Kasipidsus Kejari Saumlaki, Roberto Sohilait kepada koran ini, Jumat (28/8).

Dijelaskan, dalam tuntutannya, JPU menjerat masing-masing terdakwa telah melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 dan sebagaimana diubah dan diatur dalam UU Nomor 20 tahun 2001.

Namun majelis hakim, menjatuhkan putusan kepada kedua terdakwa, karena melanggar pasal 3. “Kami tuntut dengan pasal 2. Tetapi majelis hakim berpendapat lain. Mereka dijerat dengan pasal 3, “ terangnya.

Selain itu, lanjut dia, putusan majelis hakim juga lebih ringan dari tuntutan JPU. Karena, JPU menuntut kontraktor Tedja Thomas Wullur agar dijatuhi hukuman 7 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp 1.999.077.000, subsider tiga tahun sembilan bulan kurungan.

Sementara Margaretha Lilimwelat dituntut hukuman penjara 4 tahun, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan. “Putusannya kan jauh lebih ringan. Kontraktor divonis dua tahun, sementara dia dituntut 7 tahun 6 bulan.

Begitu juga dengan Margareth Lilimwelat, divonis penjara 1,6 tahun, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan, tetapi tuntutannya 4 tahun,“ jelasnya.

Untuk itu, tambah dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan guna membahas putusan majelis hakim yang diketuai Halijah Wally SH didampingi hakim anggota Herry Liliantono SH dan Abadi SH.

Sehingga JPU memutuskan untuk mengajukan banding. “Waktu putusan kami menyatakan pikir-pikir. Setelah berkoordinasi dengan pimpinan, maka kami ambil kesepakatan untuk banding,“ tegasnya.

KM Wetar, merupakan kapal penumpang dengan rute pelayaran Ambon-Saumlaki. Tetapi kapal tersebut terbakar tahun 2010. Kemudian pada tahun 2012, Kementerian Perhubungan RI mengalokasikan dana sebesar Rp 1,9 miliar untuk memperbaiki kapal tersebut.

Tedja Thomas Wullur  selaku kuasa KSO PT Sarana Lautan Nusantara KSO PT Internusa Adibursa Bahari Shiping, sebagai rekanan pelaksanaan paket pekerjaan docking KM Wetar tersebut dengan jangka waktu pekerjaan 60 hari kalender.

Namun hingga batas waktu yang ditentukan, Tedja Thomas Wullur tidak menyelesaikan pekerjaan, padahal dana sudah cair kepada rekanan 100 persen. Bahkan hingga kini, pekerjaan KM Wetar ini sudah menghabiskan anggaran senilai Rp 15 miliar, namun pekerjaannya tak kunjung usai. (AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!