Penyaluran Pupuk Subsidi di Maluku Capai 220 ton – Ambon Ekspres
Amboina

Penyaluran Pupuk Subsidi di Maluku Capai 220 ton

AMBON, AE.—Terhitung Januari hingga Agustus tahun 2015, PT. PPI Cabang Ambon,  telah menyalurkan pupuk bersubsisi sebanyak 220 ton di Maluku.

“Dari Januari sampai Agustus tahun ini, sudah empat kali penyaluran pupuk bersubsidi. Dengan rincian Januari 44 ton, Februari 66 ton, Mei 66 ton dan Juni 44 ton,” kata Kepala Cabang PT. PPI Kota Ambon, Maluku Tri Soerjanto, kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Senin, (31/8).

Dijelaskan, cakupan penyaluran pupuk dari PPI Ambon terdiri dari Seram Bagian Barat (SBB), Kota Ambon dan sebagian daerah di Maluku Tengah. “Untuk daerah SBB, penyaluran pupuk selama 4 kali ini sudah mencapai 139 ton, dengan perincian pupuk jenis ZA 13 ton, SP36 sebanyak 19 ton dan NPK Phonska 107 ton.

Sedangkan, untuk Malteng hanya sebagian lokasi penyaluran saja. Bukan seluruh wilayah Malteng. Riciannya, pupuk jenis ZA sebanyak 7 ton, SP36 tidak ada penyaluran dan Phonska sebanyak 54 ton. Sementara, penyaluran di Kota Madya Ambon sebanyak 20 ton dengan rincian pupuk ZA sebanyak 5 ton, SP36 tidak ada penyaluran dan Phonska sebanyak 15 ton,” rincinya.

Ditambahkan, dari 4 kali penyaluran tersebut, total penyaluran ketiga jenis pupuk periode Januari sampai Agustus 2015 mencapai 220 ton.

“Penyaluran kami lakukan sesuai Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok atau RDKK yang disusun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di daerah, serta sesuai dengan SK Gubernur tentang Alokasi Pupuk. Maka penyaluran tidak bisa dilakukan begitu saja tapi harus sesuai dengan RDKK tersebut, sehingga tidak terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi,” paparnya.

PPI merupakan salah satu Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Perdagangan dan Distribusi produk bahan Bangunan, Pupuk, Pestisida, Kimia, Pharmasi dan Produk Konsumsi, hanya mengontrol berapa banyak permintaan pupuk yang dibutuhkan para petani.

Setelah itu, para pengecer yang kemudian bertugas untuk menjual kepada para petani setempat. “Kami hanya mengontrol dan menyalurkan pupuk sesuai dengan permintaan pengecer untuk kebutuhan petani. Pupuk yang disalurkan ini berasal dari PT Petrokimia Gresik (PKG),” jelasnya.

Untuk memenuhi permintaan pupuk bersubsidi, lanjutnya, harus ada kesesuaian antara pemerintah dengan masyarakat. Artinya, pemerintah diminta mengoptimalkan peran tenaga penyuluh pertanian dan mengawal petani pada masa tanam serta memanfaatkan lahan-lahan yang ada untuk terus meningkatkan pendapatan di sektor pertanian.

“Sementara peran masyarakat, mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi dan melaporkan ke pihak berwajib jika ada penyelewengan maupun peredaran pupuk palsu,” sarannya.

Dia juga menambahkan, penyaluran pupuk bersubsidi untuk petani di Maluku sampai saat ini berjalan lancar dan aman. Namun, harus ditata dan diawasi secara terus menerus mulai dari  distributor hingga ke pengecer. Hal ini dilakukan agar petani benar-benar dapat menikmati subsidi yang telah diberikan pemerintah.

“Kami terus berupaya agar penyaluran pupuk bersubsidi tersebut aman dan tepat sasaran.  Apalagi manfaat pupuk bersubsidi memang sangat dirasakan petani. Sebab, pupuk bersubsidi bisa diperoleh petani sesuai Harga Enceran Tertinggi  atau HET,” tuturnya. (IWU)

Most Popular

To Top