Bupati Lantik 192 Pejabat Eselon IV – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Bupati Lantik 192 Pejabat Eselon IV

Sebanyak 192 orang pejabat eselon  IV di lingkup Pemerintah Kabupaten Buru dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Buru Ramly Umasugi pada Selasa lalu (1/9). Pengangkatan ini sesuai SK Bupati Buru No. 821.24/233/KEP/ 2015.

Pelantikan yang berlangsung di aula kantor Bupati Buru itu dihadiri juga semua pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Bupati dalam sambutannya meminta para pejabat eselon IV yang baru saja dilantik itu untuk memaksimalkan perannya, bertanggung jawab dan bekerja sama dalam menyikapi dinamika perkembangan yang terjadi di masyarakat, dan mengendalikan perkembangan yang terjadi untuk mensejahterakan masyarakat di daerah ini.

Dikatakan, mutasi dan pergantian pejabat dalam suatu organisasi merupakan hal yang biasa dan bagian dari dinamika organisasi. “Ini juga semata-mata untuk kepentingan pembinaan personil sebagai bagian dari pembinaan organisasi yang diorientasikan kepada efektivitas manajemen dan peningkatan kinerja organisasi,” ujarnya.

Selain itu, kata Umasugi, proses penempatan pejabat eselon IV yang dilantik pada hari ini, dilakukan melalui mekanisme sesuai dengan peraturan kepegawaian yang berlaku yaitu, Peraturan Pemerintah Nomor 100 tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2002 tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural yang antara lain mensyaratkan harus melalui pertimbangan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dengan memperhatikan aspek administratif, prestasi, kompetensi, moralitas, integritas, disiplin, loyalitas serta pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab.

”Pejabat eselon IV memiliki peran yang sangat strategis, sebagai pejabat yang menduduki posisi middle manager harus berperan aktif dalam membantu menyingkronkan dan mengkoordinasikan perencanaan, penyusunan, serta pelaksanaan kebijakan antar Satuan Kerja Perangkat Daerah,” ujarnya.

Tugas sinkronisasi dan koordinasi ini menjadi sangat penting, lanjut dia, mengingat setiap permasalahan di daerah memiliki dimensi lintas sektor, lintas fungsi dan bahkan lintas bidang, sehingga pada dasarnya tidak ada satu permasalahan yang dapat diselesaikan melalui “single approach” terutama dalam penaganan isu – isu pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

“Ini semua agar tujuan utama pembangunan yakni, meningkatkan taraf hidup masyarakat dapat kita pastikan keberhasilannya secara bertahap dan berkelanjutan,” tegas Umasugi. (CR8)

Most Popular

To Top