JEP Dituntut 2 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

JEP Dituntut 2 Tahun Penjara

Terkait Korupsi Docking Kapal KM Wetar

AMBON, AE.—Ketua panitia lelang proyek docking kapal KM Wetar, Jhon Emil Pattirajawane (JEP) dituntut hukuman penjara selama 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Roberto Sohilait SH. Tuntutan itu dibacakan dalam sidang kasus dugaan korupsi yang dipimpin majelis hakim Halidja Wally SH, didampingi hakim anggota Heri Leliantono SH dan Abadi SH.

Dalam tuntutannya, JPU meminta agar majelis hakim yang mengadili perkara kasus dugaan korupsi proyek docking kapal KM Wetar tahun anggaran 2012, menyatakan perbuatan terdakwa selaku ketua panitia lelang, terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

JPU menjerat terdakwa melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 dan sebagaimana diubah dan diatur dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Menuntut agar majelis hakim yang mengadili perkara ini, menjatuhkan hukuman selama 2 tahun penjara kepada terdakwa, “ ucap JPU saat membaca tuntutannya.

Selain dituntut hukuman penjara, JPU juga meminta agar majelis hakim menghukum terdakwa membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan. JPU dalam pertimbangannya mengatakan, terdakwa merupakan aktor utama ketika lelang proyek docking kapal itu berlangsung.

Karena kapasitas terdakwa selaku ketua panitia lelang, seharusnya lebih teliti dalam mempertimbangkan perusahan mana yang harus memenangkan proyek itu.

Karena terdakwa telah mengetahui bahwa perusahan Tedja Thomas Wullur (terdakwa lain) tidak memenuhi persyaratan, namun terdakwa sengaja memenangkan perusahan itu sebagai pemenang lelang. Padahal, perbuatan tersebut bertentangan dengan aturan.

Usai membacakan tuntutannya, majelis hakim kemudian memberikan kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa, Dessy Allaw untuk mengajukan pembelaan. Waktu yang diberikan majelis hakim, yakni selama 1 minggu.

Dalam proyek Docking kapal KM Wetar tahun anggaran 2012 senilai Rp 1,9 miliar itu, majelis hakim telah lebih dahulu menghukum kontraktror Tedja Thomas Wullur dan Plt Kepala Kantor Unit Penyelanggara Pelabuhan Klas II Saumlaki, Margaretha Limlimwelat.

Hakim menjatuhkan vonis kepada kontraktor dua tahun penjara dan Margareth Lilimwelat divonis penjara 1,6 tahun. Namun putusan majelis hakim itu, dinilai terlalu ringan oleh JPU. Olehnya itu, JPU telah menyatakan banding terkait putusan majelis hakim kepada kedua terdakwa itu. (AFI)

Most Popular

To Top