KONI Maluku Mulai Antisasipasi ‘Pembajakan’ Atlet – Ambon Ekspres
Olahraga

KONI Maluku Mulai Antisasipasi ‘Pembajakan’ Atlet

Fenanlampir : Saya Sangat Khawatir soal itu

AMBON,AE.—KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Maluku menyatakan siaga satu untuk mengantisipasi pembajakan atlet potensial, menyusul adanya sejumlah daerah mengincar atlet-atlet peraih medali emas di PON Riau maupun kejuaraan dunia beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua II KONI Maluku, Albert Fenanlampir menerangkan, ada beberapa atlet yang diincar oleh sejumlah daerah, terutama tuan rumah PON 2016, Jawa Barat (Jabar).’’ Kami akan ‘memagari’ mereka (atlet) dan kami tidak tinggal diam dengan masalah ini,’’ tegas Fenanlampir kepada Ambon Ekspres di Kantor KONI Maluku, kemarin.

Mantan Sekum KONI Maluku ini menjelaskan, keinginan untuk ‘membajak’ atlet asal Maluku sudah mulai terlihat, dengan adanya sejumlah tawaran atau iming-iming kepada beberapa atlet potensial ‘Seribu Pulau’, terlebih di cabor yang berpeluang meraih emas.’’ Atlet dayung yang mendapat tawaran yang cukup banyak. Ini masalah serius, jadi kami tidak bisa diam,’’ katanya.

Untuk mengantisipasi itu, kata Fenanlampir, pihaknya akan melakukan rapat anggota di penghunjung tahun ini. Dan pembahasan yang paling utama adalah terkait antisipasi ‘pembajakan’ atlet.’’ Kami akan bahas hal itu dalam rapat anggota nanti,’’ jelasnya.’’ Kami menganggap perlu untuk melakukan langkah-langkah lebih proaktif untuk membentengi atlet potensialnya itu,’’ sambungnya.

Bukan hanya itu, kata dia, pihaknya akan lebih aktif melakukan pendekatan ke cabor dan atlet serta memaksimalkan fungsi tim hukum untuk melakukan pencegahan lebih dini.’’ Sejatinya, kami khawatir dengan masalah itu, namun kami akan sigap untuk menyelesaikan setiap persoalan,’’ tegas Fenanlampir menutup perbincangan.

Dibagian lain, Pelatih Lemkari Maluku, Beni Muskitta menilai hengkangnya atlet ke daerah lain karena minimnya perhatian dari pihak terkait.’’ Saya sangat khawatir, para atlet yang berpotensi nantinya memilih untuk pindah mewakili daerah lain karena janji-janji bonus dari daerah yang bersangkutan,’’ katanya.

Muskitta menceritakan, ada tiga atlet binaannya yang memilih hengkang ke daerah lain. Mereka adalah Rini Alfons, Ais Rumte dan Leksi Ririmase.’’ Ketiganya pindah di tahun 200-an. Rini hijrah ke Riau, Rumte ke Nusa Tenggara Timur dan Ririmase sekarang di Sulsel. Alasan tawaran kerja di daerah tersebut, sehingga mereka pindah,’’ terang dia.

Olehnya itu, pinta Muskitta, pemerintah serta KONI harus bisa lebih memperhatikan kesejahteraan atlet.’’ Kalau kebutuhan mereka (atlet) diperhatikan secara baik, maka mereka akan tetap berada di bawah bendera Siwalima, Maluku,’’ tutup Muskitta. (ZAL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!