Sekda MTB Beri Kuliah Umum di STPAK – Ambon Ekspres
Pendidikan

Sekda MTB Beri Kuliah Umum di STPAK

Pembukaan tahun akademik 2015/2016, Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) St. Yohanes Penginjil Ambon, menggelar Kuliah Umum dibawah sorotan tema ‘Kebijakan Strategis Pemerintah Daerah tentang Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB)”. Kegiatan berlangsung di aula STPAK menghadirkan narasumber Sekda Kabupaten MTB, Matias Malaka, SH.,M.TP.

Kuliah umum dihadiri 250 peserta, diantaranya perwakilan mahasiswa dari beberapa Sekolah Tinggi dan Universitas di Kota Ambon, tokoh agama dan masyarakat, para aktifis pemuda dan mahasiswa, serta para akademisi di Kampus STPAK Poka, Sabtu (29/8).

“Kami bekerja untuk menghasilkan tenaga-tenaga pendidik Agama Katolik yang profesional, tangguh, mandiri, beriman Kristiani dan berjiwa Pancasilais,” ujar Ketua STPAK, RD Bernard A Rahawarin, SS.,Lic.,Lit saat pembukaan kuliah umum.

Prosesi kuliah dimulai dengan pemaparan visi-misi sebagai dasar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) MTB 2012-2017 yakni mewujudkan masyarakat MTB yang sejahtera dan mandiri melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten MTB yang terdapat 10 kecamatan, 80 desa dan 1 kelurahan.

“Pemda terus mengupayakan pembangunan secara merata di berbagai sektor baik pendidikan, sosial, ekonomi, politik dan sebagainya. Karena itu mulai dibuka jalur transportasi baik darat, laut maupun udara,” paparnya.

Terkait pendidikan, dia mengungkap bahwa perlu adanya persiapan sumber daya manusia yang (SDM), sehingga dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan masyarakat di MTB. Karena itu, katanya, pemda lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya mewujudkan layanan pendidikan dan kebudayaan yang merata, berkualitas dan berdaya saing dalam menciptakan masyarakat MTB yang mandiri.

Dalam deskripsinya, Matias juga menandaskan bahwa masih terdapat permasalahan pendidikan di MTB, misalnya penyebaran guru, masih banyak yang belum tersertifikasi dan terbatasnya diklat pengembangan kompetensi guru.

‘’Selain permasalahan pendidikan yang terkait dengan guru, patut juga diakui bahwa fasilitas sarana-prasarana penunjang pendidikan pun belum memadai dan rendahnya penyerapan lulusan SMA ke perguruan tinggi serta rendahnya kesadaran akan budaya bangsa,’’ paparnya.

Menurutnya, bertolak pada problem pendidikan tersebut, pemda MTB terus berupaya menyediakan informasi pendidikan yang merata, meningkatkan partisipasi aktif masyarakat terhadap pendidikan, mengoptimalisasi kompetensi guru melalui berbagai kegiatan pendidikan.

Selain ini, menyebarkan tenaga pendidik berdasarkan analisi kebutuhan, membina, mengikutsertakan dan memfasilitasi siswa berprestasi dalam berbagai kegiatan pendidikan, menyediakan sarana dan jasa penunjang layanan pendidikan, serta meningkatkan kualitas sumber daya aparatur pengelola pendidikan.

“Kita perlu bangga karena MTB merupakan salah satu dari tiga Kabupaten di Maluku yang mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat dalam konteks pembangunan daerah perbatasan. Untuk itu masyarakat perlu dipersiapkan agar mampu dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan, sehingga kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” ingatnya.

Sebagai akhir dari kuliah umum yang berlangsung meriah itu, RD. Bernard A. Rahawarin selaku moderator menyimpulkan bahwa banyak hal masih perlu dicapai dan syarat paling penting adalah perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang mantap.

‘’Kunci dalam mempersiapkan SDM ada pada pendidikan, sebab pendidikan merupakan kunci utama masa depan,” tandasnya.

Ketua panitia kuliah umum STPAK, Marsianus Reresi, M.mengakui sejak 2 tahun terakhir STPAK berupaya menghadirkan Pemerintah Propinsi Maluku maupun kabupaten/kota serta Pemerintah Maluku Utara untuk menjadi narasumber kuliah umum.

Kuliah umum seperti ini tidak hanya tersasar kepada civitas akademika STPAK Ambon, tetapi juga melibatkan stakeholders terkait, termasuk masyarakat yang berasal dari kabupaten/kota yang berada di kota Ambon.

‘’Diharapkan melalui ajang kuliah umum ini terjadi proses edukasi, sosialisasi dan dialog langsung antara pemerintah daerah dan stakeholders. Dengan demikian STPAK ikut memberi kontribusi positif terhadap pembangunan pemerintah daerah se-Maluku dan Maluku Utara,’’ tuntasnya. (*)

Most Popular

To Top