Waspadai Penggunaan Produk Illegal – Ambon Ekspres
Amboina

Waspadai Penggunaan Produk Illegal

AMBON, AE.—Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku mengingatkan masyarakat, agar mewaspadai penggunaan obat dan makanan illegal dimana berdasarkan temuan barang-barang tersebut masih marak peredarannya.

“Peredaran barang ilegal seperti obat, kosmetik, obat tradisional dan suplemen makanan akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, sehingga masyarakat perlu selektif dalam memilih barang yang akan dikonsumsi,” tutur, Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Provinsi Maluku, M. Sandy Tokan, kepada Ambon Ekspres, Selasa.

Menurut dia, kendati di Kota Ambon, Maluku peredaran barang-barang tersebut tidak sebanyak di daerah lain, namun peredarannya tetap ada. “Produk makanan ilegal yang ditemukan beredar oleh Balai POM berupa pangan kadarluarsa serta untuk kosmetik yang mengandung atau menggunakan bahan kimia berbahaya”, kata dia.

Untuk mengetahui makanan ilegal, masyarakat dapat melihat label dimana jika berasal dari luar negeri harus mencantumkan, kode produksi, kode izin BPOM, nama dan alamat pihak yang mengimpor di Tanah Air. “Jika pada kemasan makanan tersebut tidak tercantum pihak yang mengimpor, maka dipastikan makanan tersebut tanpa izin edar,” jelas dia.

BACA JUGA:  Waspadai Maraknya Aksi Pencurian

Kemudian berdasarkan temuan juga ditemukan produk kosmetik yang sengaja dipalsukan seperti obat pemutih dan sejenisnya. Dan kebanyakan, produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, dijual dengan harga yang relatif murah.

“Kosmetik tersebut umumnya mengandung Hidrokinon, tidak ternotifikasi, mengandung merkuri dengan kadar yang tinggi. Bahan berbahaya yang terdapat di kosmetik jika sering digunakan akan berdampak pada Ia mengakui, pihaknya terus berupaya melakukan razia kosmetik di sejumlah pasar tradisional, toko kosmetik dan lapak agar para pedagang tidak lagi menjual,” tandasnya.

Selain itu, pembinaan juga diberikan kepada pedagang, tetapi para pedagang maupun masyarakat masih saja melakukan aktivitas jual beli. “Langkah yang kita tempuh saat ini adalah terus mengimbau bahaya penggunaan kosmetik berbahaya melalui media dan pemasangan baliho di pusat aktivitas masyarakat seperti pasar, terminal dan lainnya,” kata Sandi.

Peran serta masyarakat dan pemerintah dibutuhkan untuk mencegah peredaran kosmetik berbahaya. “Kami juga akan terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi lintas sektor dengan Pemda melalui Dinas kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta pihak kepolisian. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada Badan POM bila menemui kosmetika ilegal tersebut,” tandasnya. (IWU)

Most Popular

To Top