Kementerian PU Ingkar Janji – Ambon Ekspres
Trending

Kementerian PU Ingkar Janji

AMBON,AE— Janji demi janji, telah  disampaikan oleh pimpinan Balai Pelaksana  Jalan dan Jembatan (BPJJN) wilayah XII Maluku-Maluku Utara, Kementerian Pekerjaan Umum. Bukan saja lewat media masa. Dihadapan wakil rakyat di Parlemen,  pun mereka mengumbar janji, merampungkan Jembatan Merah Putih sebelum even Paduan  Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional di kota Ambon, dibuka Oktober mendatang. Janji ini tak terbukti. JMP direncanakan  baru dapat rampung, dua bulan setelah Pesparawi.

Sikap pihak Balai Jalan tersebut disesalkan oleh sejumlah anggota DPRD provinsi Maluku. Pimpinan Balai Jalan dinilai tidak konsisten dalam bekerja, begitu pula komitmen yang disampaikan dalam beberapa kali rapat dengan komisi C DPRD Maluku.

Ketua komisi C DPRD Maluku Fredy Rahakbauw mengatakan, kendati tidak ikut secara langsung dalam kesempatan kunjungan komisi C di lokasi pembangunan JMP beberapa hari lalu, namun informasi tentang perkembangan pekerjaan patut disesalkan.

“Saya tidak ikut kunjungan  ke lapangan, lebih jelasnya silakan dengan teman-teman yang turun lapangan. Tapi memang mereka (balai Jalan) ini sudah sering berjanji di hadapan kita, tapi sampai sekarang hasilnya, belum selesai juga,” kesalnya di gedung DPRD Maluku (Jumat/4/9).

Bahkan, wakil rakyat di komisi C DPRD Maluku menilai, dalam setiap pertemuan,  pihak balai jalan memberikan informasi yang tidak jelas dan tuntas. Janji bahwa JMP akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang datang untuk membuka Pesparawai tingkat nasional, bukan berarti jembatan itu telah rampung.

“Kami merasa kecolongan juga. Karena penjelasan yang mereka sampaikan tidak tuntas. Kami baru tahu yang sebenarnya, setelah kunjungan itu,” ungkap Sekretaris komisi C, Robby Gaspersz, di ruang komisi C, kemarin.

Dijelaskan, saat penijauan lokasi JMP, mereka baru mengetahui bahwa peresmian JMP oleh presiden pada Oktober nanti, belum menjadi jaminan jembatan itu langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Bahkan, dari kekurangan yang ada, JMP direncanakan rampung pada Desember tahun ini.

Kendati tidak sempat bertemu langung dengan pimpinan Satker JMP dan pimpian balai jalan saat berkunjung, namun dari hasil pantauan di lapangan, kata Gasperz diketahui bahwa untuk pemanfaaatan jembatan yang membentang di atas teluk dalam Ambon itu, masih diperlukan pemasangan kabel penyangga pada bentang tengah.
“Itu kabel Steit atau kabel penyangga, untuk memasang kabel itu, butuh waktu yang cukup lama. Lebih dari satu bulan, karena cukup rumit, dari dalam laut juga. Kabelnya sudah tinggal dipasang. Tapi butuh waktu yang cukup lama,” ungkapnya.

Gasperz kembali menjelaskan tentang target pihak balai jalan yang hingga kemarin, belum terwujud, yakni merampungkan JMP. Untuk tahun ini saja, sudah tiga kali target itu meleset. Pertama. JMP selesai bulan Agustus, tapi meleset. Target dipasang lagi dan disampaikan kepada DPRD, bahwa JMP tuntas bulan September. Tapi, lagi-lagi target itu tidak terwujud, dengan alasan diantaranya faktor cuaca. Terakhir ini, bulan Oktober. Tapi hanya untuk diresmikan, bukan langsung digunakan.

“Dan itu, bukan disampaikan kepada kami di komisi C saja, tapi juga di hadapan komisi V DPR RI saat datang di Maluku, dan  juga disampaikan kepada dirjen Bina Marga. Ternyata, diresmikan, tapi belum bisa lalui,” tegasnya.

DPRD Maluku, terutama komisi C yang membidangi masalah infrastruktur akan kembali turun lapangan sebelum Pesparawi dibuka, guna memastikan persiapan JMP sebelum diresmikan oleh presiden. Sementara Kepala Satker JMP Kres Lasmono belum berhasil dikonfirmasi lebih lanjut tentang  pekerjaan di lapangan. (MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!