Sekda Harus Berusia Muda – Ambon Ekspres
Politik

Sekda Harus Berusia Muda

AMBON,AE— Panitia Seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, diminta untuk mempertimbangkan calon sekda dengan usia relatif muda untuk diloloskan. Ini berkaitan dengan regenerasi kepeminpinan jabatan tertinggi ketiga dilingkup pemerintahan daerah itu.

Jadi pertimbangkan juga faktor usia. Jangan pilih sekda yang belum lama menjabat sudah pensiun. Kalau yang muda ini punya karier yang bagus, maka bisa kita promosikan ke Kementrian,” kata ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku, Melkyas Frans, di geudng DPRD Maluku, Jumat (4/9).

Sampai dengan kemarin, baru dua orang yang mendaftar sebagai calon Sekda, yakni Wakil Walikota Ambon Sam Latuconsina dan Assisten III Pemprov Maluku, Sedek Sangadji. Soal siapa figur yang layak menjadi Sekda Maluku, dia tidak mau berasumsi.

Namun dari segi umur dan tentu didukung persyaratan, politisi Demokrat itu mendukung Sam. “Soal masuknya Wawali Kota Ambon Sam Latuconsina, sebagai salah satu tokoh muda dalam penyeleksian Sekda, selaku pribadi saya bangga, bahwa ada anak muda dengan  usia kurang lebih 47 tahun maju sebagai sekda. Saya secara pribadi mendukung tokoh muda seperti ini,” katanya.

Bukan hanya Sam, dirinya juga mendorong pejabat dilingkup pemerintahan provinsi maupun kabupaten yang memenuhi persyaratan, untuk mendaftarkan diri sebagai calon Sekda. “Minimal mendapatkan pengalaman. Siapa tahu anda mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon sekda,” tambah dia.

Dia menambahkan, Pansel perlu membatasi calon sekda dari luar daerah.“Saya minta Pansel membatasi ruang bagi untuk menerima orang dari luar, sekalipun seleksinya terbuka. Supaya biar dikocok model apapun, yang muncul adalah anak daerah sebagai Sekda yang memenuhi berbagai persyaratan,” pungkasnya.

Olehnya itu, dia  berharap Pansel harus independen dan profesiona. Apalagi ketuanya merupakan Rektor Universitas Pattimura Thomas Pentury.

“Masak diragukan independensi dan profesionalitas dia (Thomas Pentury-red) sebagai seorang rektor. Mari kita pisahkanlah. Tapi kalau ada pikiran politik miring seperti itu, pun tidak bisa salahkan,”kata Frans saat ditanya soal adanya isu kepentingan Pentury dibalik dipercayakannya sebagai ketua Timsel.

Anggota DPRD Maluku daerah pemilihan Maluku Tenggara Barat itu, menilai, isu tersebut harus menjadi tantangan bagi Thomas secra pribadi, mampun anggota Pansel untuk tetap independen. “Makanya professor Pentury ditantang untuk benar-benar objektif dan independen dalam melaksanakan tugas-tugansya untuk menyeleksi calon-calon Sekda. Apalagi dia dari kalangan akademisi dengan gelar professor. Saya kira tidak perlu diragukan,”katanya.(TAB)

Most Popular

To Top