Pemilik Truk Diajak Cegah Lakalantas – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Pemilik Truk Diajak Cegah Lakalantas

Syukur : Kami Tidak Mau Terjadi Seperti di MTB

AMBON, AE.—Direktur Lalulintas Polda Maluku, Kombes Polisi Abdul Syukur telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk menyurati pemilik kendataan roda empat maupun roda enam terkhusus mobil truk untuk tidak mengangkut manusia di bagian bak belakang.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan guna mencegah kecelakaan yang bersifat fatali seperti yang terjadi dikawasan jalan Trans Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) beberapa waktu lalu.

“Sudah perintahkan seluruh kasatlantas maupun pihak samsat agar segera menyurati pemilik kendaraan truk diwilayah kerja masing-masing. Hal itu kami lakukan agar mobil truk yang untuk mengangkut barang, tidak diguanakan untuk mengangkut manusia. Kami tidak mau seperti di MTB itu, terjadi ditempat lain,” jelasnya.

Dikatakan, surat tersebut, dikirim kepada seluruh pemilik mobil truk agar pemilik memperingati sopirnya agar tidak mengangkut manusia, terlebih penumpang dalam jumlah yang banyak. “Yang namanya mobil truk itu untuk muat barang, bukan manusia. Karena jika terjadi kecelakaan maka akan berdampak pada kerugian yang besar,” katanya.

Surat peringatan yang dikirim ke seluruh pemilik kendaraan bak terbuka itu, untuk mencegah jangan sampai terjadi kecelakaan yang berisifat fatal dan merugikan banyak orang. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan penindakan terhadap mobil bak terbuka yang kedapatan mengangkut penumpang maupun manusia dalam jumlah banyak.

“Kalau kedapatan mengangkut, setelah surat peringatakan itu dikirim dan diterima, maka jelas akan kami tindak. Tindaknya apa ? Peringatan atau suruh turun. Tetapi kalau masih melawan maka kita ambil langkah tegas,” terangnya.

Diluar Ambon, lanjut dia, seluruh personil kepolisian wajib melakukan peneguran dan penindakan jika menemukan kondisi tersebut. ‘’Kalau diluar Ambon, bukan saja lantas tetapi satuan yang lain juga yang menemukan kondisi seperti itu, wajib melakukan penindakan. Namun bukan untuk ditilang, karena tilang itu kewenangan polentas. Ini semua demi kebaikan masyarakat.

Nyawa tidak dijual di supermarket. Yang kami lakukan itu demi kepentingan dan kebaikan serta keselamatan kita bersama,” pungkasnya. (AHA)

Most Popular

To Top