Kinerja Perbankan Maluku Melambat – Ambon Ekspres
Amboina

Kinerja Perbankan Maluku Melambat

AMBON, AE.—Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Wuryanto mengungkapkan bahwa perkembangan perbankan di Provinsi Maluku triwulan II-2015 menunjukkan tren perlambatan kinerja dibanding triwulan sebelumnya.

“Sebagaimana tercermin dari per- lambatan pertum buhan aset, perlambatan penghimpunan dana, lambannya pertumbuhan kredit, dan berkurangnya loan-to-deposit ratio (LDR), ungkapnya.

Dikatakan, aset per bankan Maluku pada triwulan II-2015 mencapai Rp 16,8 triliun, tumbuh 10,15 % secara tahunan (yoy) atau melambat dibanding triwulan lalu yang mencapai 19,27% (yoy).

“Sedangkan untuk penghimpunan dana pihak ketig, tercatat sebesar Rp 11,8 triliun dengan pertumbuhan yang juga terpantau melambat dari 16,76% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 15,85 % (yoy),” jelasnya.

Di sisi lain, kata Wuryanto, pertumbuhan kredit di Maluku mengalami peningkatan, yaitu dari 9,16% (yoy) pada triwulan I-2015, menjadi 11,19% (yoy) pada triwulan II, dengan nilai Rp9,58 triliun. Secara sektoral, akselerasi pertumbuhan kredit produktif terjadi pada sektor perdagangan besar dan eceran serta sektor konstruksi.

Sementara pada sisi konsumsi, pertumbuhan kredit didorong oleh kredit multi guna. Namun secara keseluruhan pertumbuhan kredit di Maluku masih tergolong lamban jikadi bandingkan dengan pertumbuhan penghimpunan dana, sehingga tingkat intermediasi perbankan, sebagaimana tercermin dari rasio LDR, turun dari 73,16 % pada triwulan I-2015 menjadi 72,48 % pada triwulan lalu. “Tingkat intermediasi ini masih perlu ditingkatkan hingga mencapai level optimal Bank Indonesia, yaitu 78-92%,” tuturnya.

Ditambahkan, Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Maluku akan kembali mengalami akselerasi pada triwulan III-2015 dan berlanjut pada triwulan IV-2015. Peningkatan tersebut didukung oleh optimalisasi belanja pemerintah, khususnya pada belanja modal, realisasi proyek-proyek infrastruktur serta perbaikan kinerja di sektor perikanan.

“Untuk konsumsi juga diperkirakan membaik seiring meningkatnya ekspektasi pendapatan dan lapangan pekerjaan serta penyelenggaraan pilkada serentak di triwulan IV-2015.

Selanjutnya, dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia melakukan 3 strategi utama, yaitu memperkuat pengelolaan likuiditas Rupiah di pasar uang, memperkuat pengelolaan supply dan demand valas, dan memperkuat kecukupan cadangan devisa.

“Bank Indonesia akan terus memonitor berbagai perkembangan baik domestik maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjaga laju inflasi dengan tetap menjaga stabilitas makro ekonomi,” ungkapnya. (IWU)

Most Popular

To Top